Merinding Mendengarnya Pidato Memilukan Jenderal Besar A.H. Nasution

KLIKSATU.COM | JAKARTA – Almarhum Jenderal Abdul Haris Nasution adalah satu nama yang lolos dari target penculikan dan penganiayaan oleh gerakan pengkhianatan yang digagas oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) atau yang akrab dengan istilah G 30S PKI (Gerakan 30 September/PKI).

Seperti yang digambarkan dalam film G 30S/PKI, Jenderal AH Nasution berhasil melarikan diri saat penjemputan paksa, alias penculikan, terjadi. Dengan cara melompat tembok rumahnya, Nasution berhasil lolos dari maut yang membebaskan jasadnya dari lubang sumur tua yang kini dikenal sebagai Lubang Buaya.

Sebelumnya, Nyonya Nasution sempat mendorong suaminya keluar melalui pintu lain dan menyusuri koridor ke pintu samping rumah. Nasution berlari dengan cepat dan sunyi ke halaman rumahnya menuju dinding yang memisahkan halamannya dengan Kedutaan Besar Irak.

Masih dalam adegan film tersebut, Nasution sempat diburu timah panas yang keluar dari senapan yang digunakan pasukan Cakrabirawa. Meski tembakan tersebut meleset, Nasution yang jatuh dari tembok yang menjulang tinggi menderita patah tulang di pergelangan kaki saat jatuh di halaman kedutaan Irak dan bersembunyi.

Kabarnya pasukan Cakrabirawa tak mengejarnya ke dalam Kedutaan Irak.

Meski akhirnya selamat dari penculikan tersebut, Nasution harus menerima takdir bahwa putri keduanya, Ade Irma Suryani, tewas tertembus peluru pasukan Cakrabirawa yang kala itu baru berusia lima tahun. Serta ikut menjadi korban, Letnan Pierre Tendean, selaku ajudan Nasution yang turut dibawa ke Lubang Buaya dan kemudian tewas.

Jenderal Besar A.H Nasution yang kakinya terluka sedang membahas situasi di markas Kostrad pada malam tanggal 1 Oktober 1965

Salah satu langkah besar Nasution dalam menjaga Soekarno dari pengaruh buruk PKI adalah dengan mengajukan ide ‘Presiden Seumur Hidup’. Melalui Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada Mei 1963, Nasution melalui Partai Nasional Indonesia (PNI) serta anggota TNI yang hadir mengajukan mosi bahwa Soekarno ditunjuk sebagai presiden seumur hidup.

Dengan ditunjuknya Soekarno sebagai presiden seumur hidup, maka tidak akan ada pemilu. Dan tanpa pemilu, PKI tidak akan bisa mendapat berkuasa tidak peduli berapa banyak partai tumbuh. Akhirnya, Soekarno menjadi presiden seumur hidup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here