Lagi-lagi, Muncul Media Sosial Keranjingan Bikin Fitur Story ala Snapchat

Lagi-lagi, Muncul Media Sosial Keranjingan Bikin Fitur Story ala Snapchat
Ilustrasi (bangalorebuzz.in)
0 Komentar

JAKARTA – Jika kalian pengguna media sosial aktif tentu menyadari, jika setiap platform memiliki satu kesamaan fitur. Bahkan tak jarang platform medsos lainnya mulai ikut menambahkan fitur tersebut. Ya fitur yang dimaksud adalah “Stories”.

Bahkan sejak Instagram Stories diluncurkan, media sosial lainnya seperti WhatsApp, Facebook, hingga YouTube mulai ikut menambahkan format tersebut ke platform-nya.

Namun, taukah Anda bahwa fitur stories pertama kali bukan dimiliki oleh Instagram. Sejatinya, tren stories pertama kali diperkenalkan oleh Snapchat pada tahun 2013.

Baca Juga:Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa Magnitudo 5,2 Guncang BengkuluSoal Dugaan Penjualan Data Pengguna ke Militer AS, Begini Kata Muslim Pro

Pada saat itu Snapchat menjadi media sosial dengan ciri khas yang berbeda dari media sosial lain. Jika Facebook menjadi tempat bertemu keluarga dan kerabat jauh, Instagram untuk membagikan foto-foto, sedangkan Twitter biasanya dipakai untuk menyalurkan pendapat.

Snapchat justru hadir sebagai media sosial untuk berbagi gambar foto dan video yang hanya bertahan selama 24 jam, setelah diunggah oleh penggunanya. Kemudian pada Oktober 2013, Snapchat menggulirkan update dengan memakai kata “Story” untuk fitur terbarunya itu. 

Fitur tersebut dinilai lebih menarik oleh banyak pengguna media sosial saat itu. Bahkan menurut data Socially Sorted, setahun setelah berjalan, Snapchat mampu menarik 10 juta pengguna aktif yang sebagian besar adalah remaja.

Instagram Kemudian Menggerus Pasar Snapchat

Sayangnya kepopuleran Story di Snapchat harus tergerus oleh Instagram. Di mana pada 2016, Instagram menghadirkan fitur yang mirip dengan Snapchat, bahkan memiliki penamaan yang terdengar sama. 

Kendati banyak mendapat cibiran, nyatanya Instagram sukses menggaet pengguna media sosial ke platform-nya. Berdasarkan data yang dilansir Reuters pada Februari 2020 lalu, Snap Inc yang merupakan induk Snapchat melaporkan sahamnya turun 10 persen. 

Instagram pun sempat angkat bicara terkait fiturnya yang meng-copy Snapchat. Menurutnya, dengan kehadiran stories diharapkan pengguna bisa lebih spontan dan bisa membagikan keseharian mereka yang sesungguhnya.

“Masalah terbesar yang dialami pengguna Instagram adalah perasaan tertekan untuk membagikan foto yang menakjubkan. Padahal sebenarnya mereka ingin membagikan banyak hal tapi tidak ingin menggantungnya di dinding galeri,” ungkap co-founder Instagram, Kevin Systrom.

0 Komentar