Dinas Pendidikan Aceh Inisiasi 15 Sekolah Aman Bencana

Inisiasi 15 Sekolah Aman Bencana di SMA Unggul Pidie Jaya

KLIKSATU.COM, PIDIE JAYA – Dinas Pendidikan Aceh bersama Yayasan Khadam Nanggroe menginisasi 15 Sekolah SMAN, SMKN & SLB se-Pidie Jaya menuju Sekolah Aman Bencana, kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2 s.d 6 Mei 2017 di pusat kegiatan di SMA Unggul Pidie Jaya.

Humas dan Informasi Dinas Pendidikan Aceh, Chaidir, SE, MM, mengatakan, belajar dari kejadian gempa 6,4 skala richter yang mengguncang wilayah Aceh, Rabu, 7 Desember 2016 di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pendidikan setempat, terdapat lebih dari 30 sekolah yang rusak akibat gempa berkekuatan 6,4 skala richter.  Sejauh ini, dari data yang dihimpun Kemendikbud, setidaknya ada 19 SD , 11 SMP, 3 SMK, dan 1 SMA yang rusak akibat gempa.

Rusaknya sarana sekolah menyebabkan aktivitas belajar lumpuh total. Masih banyaknya sekolah  yang berada di kawasan rentan terhadap bencana belum mengetahui dan mendapatkan perhatian akan pengetahuan pendidikan pengurangan risiko bencana. Berbagai jenis bencana alam di Pidie Jaya masih berpotensi terjadi, terutama banjir dan gempa bumi Pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah dianggap salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hal itu.

Inisiasi Sekolah Aman Bencana bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sekolah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko bencana. Meningkatkan partisipasi, dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan. Mengetahui capaian (tolak ukur) tingkatan kesiapsiagaan masyarakat sekolah dalam menghadapi ancaman bencana.

15 Sekolah yaitu: (SMAN 1 & 2 Bandar Baru, SMAN 1 & 2 Bandar Dua, SMAN 1 Jangka Buya, SMAN 1 & 2 Meureudu, SMAN Unggul, SMAN 1 Panteraja, SMAN 1 Trienggadeng, SMKN Bandar Baru, SMKN 1 Bandar Dua, SMKN Trienggadeng, SMKN Ulim & SLB Pidie Jaya)

Adapun tahapan kegiatan  : 1) Sosialisasi, 2) Pelatihan Calon Fasilitator untuk Guru, 3) Workshop Kajian Risiko Bencana Partisipatif dan Penyusunan Prosedur Tetap Kedaruratan Bencana Sekolah, 4) Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Siswa 5) Pembuatan Media Publikasi Sekolah & Alat Peraga, 6) Simulasi / driil latihan evakuasi mandiri Kesiapsiagaan di lingkungan sekolah

Direktur Sekolah Aman – Yayasan Khadam Nanggroe, Faisal Ilyas menyampaikan, Pada hari terakhir pelaksanaan kegiatan (6/5) dilaksankan simulasi Gempa Bumi, Tsunami & di SMA Unggul  Pidie Jaya. Dalam simulasi melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI), 280 orang siswa dan guru bergerak untuk melakukan upaya evakuasi mandiri, selanjutnya akan dilaksankan launching 15 sekolah aman bencana di Pidie Jaya.

Adapun pembelajaran dari program ini yakni, “90% siswa, guru dapat mengetahui apa yang harus dilakukan  untuk penanggulangan bencana di sekolah, kemudian tingkat kepercayaan orang tua murid terhadap sekolah meningkat, selanjutnya sekolah memiliki peta evakuasi, jalur evakuasi, dan standart operational Prosedure (SOP) sebagai acuan sekolah dalam bertindak, yang tak kalah penting pelatihan ini juga menjadikan sekolah dampingan menjadi model dan referensi sekolah siaga bencana ditingkat lokal maupun Nasional. [*]

Tinggalkan Kami Pesan

Jadilah yang Pertama untuk Komentar!

Notify of
avatar
wpDiscuz