Balee Blang Gampong Meucat nyaris Roboh

Balee Blang Gampong Meucat Pidie Jaya
Kliksatu.com, Pidie Jaya – Ditengah-tengah geliatnya marak pembangunan di segala penjurus lini dalam sektor perbaikan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Pidie Jaya, namun masih adanya pembangunan yang tak terlintas di mata pemerintah setempat, pasalnya, saung tani milik rakyat gampong Meucat, nyaris roboh.
Sejumlah masyarakat yang manyoritas berprofesi sebagai petani di Gampong Meucat, Kemukiman Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya melaksanakan khanduri serta doa bersama di tengah-tengah sawah dengan kondisi saung tani sudah hampir roboh.
Keujrun Blang Gampong Meucat, Pangwa, Pidie Jaya, M. Yusuf, megatakan saung tani tersebut di bangun dengan swadaya masyarakat petani pada puluhan tahun lalu sampai saat ini tanpa adanya perbaikan maupun rehap berat oleh pihak pemerintah setempat.
“kondisi saat ini melaksanakan “kanduri blang” dan do’a bersama dengan kondisi saungtani hampir roboh, pada hal kegiatan ini di inisasi langsung oleh seluruh Petani dan masyarakat yang tujuannya ber’doa sebagai rasa syukur dan untuk keberkahan panen padi yang akan segera di panen kan sesudah prosesi kanduri blang berlangsung,” ujar M. Yusuf, Senin (14/08).
Sementara salah satu petani, Ibrahim (50)  kepada wartawan menyebutkan, dirinya sangat berharap Saung tani yang tidak layak huni sudah lapuk dan sudah mereng dan hampir roboh agar di bangun kembali.
“Kita berharap pada wakil rakyat yang ada di DPRK yang pemilihan nya di dapil Trienggadeng,  Pante Raja agar memperhatikan petani yang ada di Gampong Meucat dan Kemukiman Pangwa,” Pinta Ibrahim.
Seharusnya hal-hal seperti ini yang perlu mereka bantu untuk rakyat di karenakan ini kepentingan masyarakat petani luas bukan milik pribadi.
“Kita bisa melihat sendiri selama ini hampir habis jabatan mereka atau masa priode para dewan dewan perwakilan rakyat itu sama sekali tidak memperhatikan kami petani” tegasnya.
Pihak petani yang ada di gampong Meucat, Kemukiman Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, bahwa sudah khawalahan dalam meminta perhatian pemerintah supaya membantu pembangunan saung tani di lokasi sawah.
“Hana tatudub boh le kaleuh kamoe peuget proposal (sudah tidak sanggup hitung lagi kami buat proposal -red) untuk peuget bale “saung tani” nyan tapi hasil nya Nol besar (untuk supaya di bangun balai atau pun saung tani itu, tapi hasilnya nol-red),”sebut Ibrahim dan sejumlah petani lain dengan nada kesal. [*]
Editor: Yusri Razali

Tinggalkan Kami Pesan

Jadilah yang Pertama untuk Komentar!

Notify of
avatar
wpDiscuz