MPP: Kemerdekaan Indonesia Belum Memiliki Arti Kemerdekaan di Bidang Pendidikan

Boihaqqi Muchdijah

Kliksatu.com, Banda Aceh – Ketua Masyarakat Peduli Pendidikan (MPP)-Aceh Boihaqqi Muchdijah menilai bahwa Indonesia, khususnya Aceh belum merdeka di bidang Pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan Boyhaqai ketika diwawancarai tim kliksatu.com dalam rangka mnyambut momentum perayaan HUT ke 72 Republik Indonesia.

Menurut Boy arti Kemerdekaan RI ke-72 belum begitu dirasakan oleh masyarakat Pesisir atau pedalaman Indonesia umumnya dan di Aceh khususnya.

Pemuda kelahiran Pidie Jaya 26 tahun silam ini mengatakan bahwa Khusus untuk di Aceh sejauh pengamatannya, belum begitu mengemberakan dampak dari arti kemerdekaan Indonesia dan Perjanjian Damai MoU Helsinky bagi masyarakat Aceh. dalam hal keadilan dan kesejahteraan terutama hal yang berkaitan dengan pendidikan.

Di pesisir dan pedalaman Aceh tidak jarang kita jumpai masih banyak masyatakat yang berpendidikan rendah, bahkan banyak yang buta huruf. Kalaupun ada Insitusi pendidikan di daerah pelosok tersebut, tetapi belum ditunjang dengan fasiltas atau sarana-prasarana yang memadai, sehingga sangat jauh dengan fasilitas pendidikan yang ada di perkotaan atau daerah-daerah yang dekat dengan kota. Kondisi ini membuat hasil dari pembelajaran dan kualitas pendidikan antara pesosok Aceh dengan Perkotaan di Aceh sangat jauh ketertinggalan.

Kondisi ini hendaknya menjadi evaluasi dan perhatian bersama para akademisi, praktisi pendidikan khususnya Pemerintah Aceh bagaimana caranya supaya pendidikan di Aceh tidak lagi terjadi kesenjangan dan kedepan lahir generasi Aceh yang baru yang semakin cerdas yang akan mengisi kemerdekaan Indonesia dan perdamaian Aceh ini kedepannya.

Sehingga kedepan Pembangunan Aceh dalam berbagai sektor ini diidi oleh orang-orang cerdas lanjut Boi ketika dijumpai dikantor MPP-Aceh, (15/8/2017).

Mantan bendahara umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB-PII) ini juga menammbahkan, padahal Indonesia sudah merdeka 72 tahun silam, tapi terasa seolah tugas mengisi kemerdekaan itu sampai sekarang masih sangat tidak maksimal, selain itu bagi mereka anak–anak negeri juga mengganggap bahwa menempuh pendidikan setingkat S1 saja seolah hal yang sangat tidak mungkin. Apalagi untuk menempuh pedidikan setara S2-S3.

Boihaqqi memiliki pesan tersendiri tentang kemerdekaan yang jatuh setiap 17 Agustus di mana peran rakyat penting untuk membangun negara Indonesia. “Wujudkan cita-cita Proklamasi 45 bersama rakyat. Bangun semangat nilai-nilai pendidikan dan intelektual untuk tetap mempertahankan NKRI,” tukasnya.


Editor: Yusri Razali

Tinggalkan Kami Pesan

Jadilah yang Pertama untuk Komentar!

Notify of
avatar
wpDiscuz