Konflik Rohingya, MRI Langsa Kecam Pemerintah Myanmar

KLIKSATU.COM | LANGSA – Rohingya kembali berduka. Sedikitnya 77 jiwa tak berdosa dalam beberapa pekan terakhir telah melayang dengan sia-sia di distrik Arakan,negara bagian Rakhine, Myanmar.

Konflik berdarah berlatar belakang SARA yang sudah terjadi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini pun turut menyedot perhatian dunia internasional atas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya yang merupakan minoritas pemeluk agama islam di negara tersebut.

Merilis data yang dikeluarkan oleh PBB, rohingya adalah etnis yang paling teraniaya di dunia.

Hal ini juga membetot perhatian dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kota Langsa. Organisasi jaringan kerelawanan dibawah naungan Lembaga Kemanusiaan Aksi Ceoat Tanggap (ACT)

Berbicara soal Rohingya adalah berbicara soal manusia. Bagaimana kita memanusiakan manusia sebagaimana mestinya.
Tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara kita rohingya ini juga tidak bisa terus menerus dibiarkan terjadi dan berlarut-larut.

Hari ini kita masih bisa berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara saat idul adha sambil menyantap daging kurban bersama sembari bersenda gurau,coba bayangkan bagaimana rohingya menjalani idul adhanya hari ini dibawah serangan militer yang sistematis,terorganisir dan tiada henti melakukan genosida massive terhadap mereka.

Begitu pun dengan nasib mereka yang hingga saat ini tidak ada kejelasan. Terusir dari tanah airnya sendiri dan ditolak oleh negara tetangga Bangladesh.

“Tentu kita sangat menyayangkan hal ini dan sangat prihatin atas keadaan yang menimpa mereka “.

Berdasarkan sumber terbaru, hari ini sudah tercatat sedikitnya 40.000 ribu etnis Rohingya sudah terusir dari kampung halamannya dan menyeberang menuju bangladesh melalui sungai naf,sungai yang menjadi zona netral perbatasan kedua negara, Myanmar dan Bangladesh.

Oleh karenanya, Sekretaris Umum MRI Kota Langsa, Dafid Suryadi menyampaikan kecamannya terhadap Pemerintah Myanmar yang berdiam diri dan menutupi kejahatan kemanusiaan yg terjadi dinegara itu.

“MRI Kota Langsa prihatin atas tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara kita Rohingya di Myanmar, kita juga mengecam pemerintah Myanmar yg hanya berdiam diri dan menutup telinga atas kejahatan HAM yg terjadi”.ujar David.

Dan kita juga berharap agar dunia Internasional (PBB) membantu dan berperan aktif dalam menyelesaikan konflik Rohingya ini, terlebih lagi ASEAN yang merupakan himpunan negara regional kawasan asia tenggara “.

Dafid juga berharap Pemerintah Indonesia harus ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan ini secara konkret dan nyata. Seperti memberikan bantuan kemanusiaan, memberikan perlindungan hukum.

Pada 2015 silam saat mereka terkatung katung dilautan dan terdampar di wilayah perairan Aceh, mereka ditampung serta diberikan fasilitas sebagai pengungsi.

Insya Allah,kita dari MRI Langsa siap menjadi pengayom mereka seperti dimasa lalu dan yakin bahwa Pemerintah Aceh juga siap utk menjadi tujuan etnis Rohingya yang terusir dari negaranya “.

“Seluruh elemen masyarakat hendaknya terus mendoakan Muslim Rohingya, semoga konflik ini cepat terselesaikan”. Tutup Dafid. [*]


Laporan: Irwansyah

Tinggalkan Kami Pesan

Jadilah yang Pertama untuk Komentar!

Notify of
avatar
wpDiscuz