Ketika Siswa Mulai Bertanya, “Mengapa Koruptor Tak Dihukum Mati”

KLIKSATU.COM | BANDA ACEH – Maraknya perilaku koruptif di tingkatan nasional hingga pejabat gampong di indonesia membuat kalangan muda saat ini mulai gerah. Herannya, prilaku yang menyebabkan kemiskinan rakyat itu tidak segera mendapat hukuman yang setimpal. Hukuman ringan justru seolah hanya menjadi mainan.

Fenomana tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan siswa sekolah menengah, seperti dilontarkan oleh salah satu siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh saat mengikuti sosialisasi bahaya narkoba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Aceh dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banda Aceh pada kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Senin 11 September 2017.

Sofie salah satu siswi di sekolah tersebut, mempertanyakan mengapa hanya pengedar dan penguna narkoba saja yang dihukum mati di Indonesia. Sementara kepada koruptor, hukuman yang dijatuhkan terkesan sangat ringan, padahal koruptor yang lebih banyak menyengsarakan rakyat Indonesia.

“Yang dihukum mati selama ini hanya penguna dan pengedar narkoba saja. Mengapa orang-orang yang melakukan korupsi tidak pernah ada yang dihukum mati padahal mereka telah turut menyengsarakan orang banyak. Sementara pengguna narkoba hanya merugikan orang yang memakai saja,” ujar Sofie saat sesi tanya jawab berlangsung.

Cut Henny Usmayanti  SH yang menjabat sebagai Jaksa Fungsional di Kejaksaan Negeri Banda Aceh sekaligus moderator kegitan tersebut tidak langsung menjawab, dan melemparkan pertanyaan tersebut kepada peserta lainnya.

Taufik Kelana, siswa lainnya berusaha menjawab pertanyaan tersebut, menurut dia koruptor tidak dihukum mati dikarenakan pelakunya adalah kalangan pejabat sehingga abdi hukum tidak berani menindaknya. Sementara pengguna narkoba dihukum mati, selain telah merusak generasi muda juga para pelakunya rata-rata adalah masyarakat kecil.

Melihat kegundahan siswa terhadap fenomena tersebut, Cut Henny Usmayanti menjelaskan, tidak benar bahwa abdi hukum tidak berani menghukum mati pelaku korupsi, tapi masalahnya adalah belum adanya undang-undang yang mengatur tentang hukuman mati bagi pelaku korupsi.

“Nanti kalau anggota DPR RI sudah membuat undang-undang yang mengatur hukuman mati untuk koruptor, pasti akan dijalankan undang-undang tersebut,” tuturnya.

Kegiatan yang dikuti lebih dari 100 siswa-siswi tersebut, selain sosialisasi  bahaya narkoba, siswa juga mendapat penyuluhan tentang pentingnya memahami dasar-dasar Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). [*]


Penulis: Maarif Syahed

Tinggalkan Kami Pesan

Jadilah yang Pertama untuk Komentar!

Notify of
avatar
wpDiscuz