Pinjaman Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan

Oleh Sayed Muhammad Husen

Sayed Muhammad Husen

PINJAMAN tanpa bunga dan tanpa jaminan semakin jadi kebutuhan. Hal ini sebagai wujud saling membantu sesama muslim dalam hal kebaikan dan penanggulangan kemiskinan. Pinjaman ini dapat memberdayakan kaum miskin yang memiliki usaha. Mereka terbebani sekali jika harus meminjam modal usaha dengan sistem bunga atau bagi hasil.

Baru-baru ini, Serambi memberitakan inisiatif sejumlah pemuda dan mahasiswa Aceh yang tergabung dalam Komunitas Internet Cerdas Indonesia (ICI) yang meluncurkan platfrom sosial bantusaudara.com. Mereka menyebut sebagai layanan pinjaman online berbasis syariah, tanpa bunga dan tanpa jaminan.

“Calon peminjam hanya diminta mengupload photo jaminan virtual dan mengisi formulir online di website bantusaudara.com,” kata Rahmat Saputra. Ia menjelaskan, jaminan virtual adalah foto barang berupa gadget, kendaraan atau barang bernilai lainnya yang bisa dijual ketika peminjam belum bisa mengembalikan dana pinjaman bila pinjaman telah jatuh tempo.

Sebelumnya, kita juga mendapat informasi bahwa Baitul Mal Aceh (BMA) manyalurkan pinjaman tanpa bunga kepada pengusaha mikro yang berstatus miskin. Pinjaman ini dimaksudkan supaya terjadi transformasi atau perubahan masyarakat miskin menjadi kaya (mampu berzakat). Total dana yang dipinjamkan hampir mencapai Rp 20 miliar.

Ada lagi pinjaman tanpa bunga disalurkan BPR Syariah, Baitul Qiradh dan Koperasi Simpan Pinjaman dan Pembiayaan Syariah (KSPPS). Pinjaman diberikan untuk mendukung usaha yang gagal dari pinjaman komersial. Dengan pinjaman tanpa bunga diharapkan usahanya bangkit kembali dan mampu melunasi panjaman.

IIBF melalui program Miskat melakukan hal yang sama. Dana disalurkan mencapai Rp 100 juta untuk pedagang kaki lima dan nyak-nyak di Banda Aceh. Program pinjaman tanpa bunga ini untuk menghadang praktek rentenir yang mengambil bunga pinjaman hingga 40% perbulan. Pengelola programnya bekerja sukarela.

Kita berharap lebih banyak lagi pihak yang menyediakan fasilitas pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan. Dananya dapat bersumber dari zakat, infak, sedekah, waqaf tunai, kas masjid, atau bahkan dari CSR perusahaan. Bisa juga dana bersumber dari pribadi muslim (aghnia) dengan niat membantu modal usaha saudara seiman.

Demikan juga, akan sempurna kiranya apabila bank syariah juga menyediakan sebagian plafon dana untuk pinjaman tanpa bunga. Pemerintah hingga tingkat paling bawah (gampong) pun bisa melakukannya. Dengan cara ini, kaum miskin mendapat akses modal usaha dan benar-benar terbantu untuk keluar dari kemiskinan dan jeratan rentenir dapat kita hentikan. [*]


Sumber: Gema Baiturrahman

Tinggalkan Kami Pesan

Jadilah yang Pertama untuk Komentar!

Notify of
avatar
wpDiscuz