SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Asing Bermain di Papua? Komisi I Panggil Menlu, Panglima TNI Hingga Kepala BIN

ketua komisi i dukung semua langkah pemerintah soal papua yWU
Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari mendukung semua langkah pemerintah dalam penanganan konflik di Papua. Foto/dpr.go.id

JAKARTA-Komisi I DPR RI memastikan akan memanggil Badan Intelijen Negara (BIN) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) terkait dugaan keterlibatan pihak asing dalam kerusuhan di sejumlah tempat di Papua dan Papua Barat.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, pemerintah perlu segera menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi di Papua dan bagaimana solusi dari permasalahan tersebut.

“Kami akan panggil menteri luar negeri untuk bisa menjelaskan permasalahan-permasalahan ini. Karena masalahnya cukup kompleks maka kami akan rapat InsyaAllah pada hari Kamis dengan Panglima TNI, Menhan, Menlu, BIN dan Menkominfo,” kata Abdul Kharis di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Baca JugaFirli Bahuri Jadi Ketua, Saut Mundur dari Pimpinan KPK, Ini Respons PresidenSpesifikasi dan Performa realme narzo 50 5G untuk Kelas Menengah

Abdul Kharis mengatakan, persoalan Papua harus diselesaikan secepat mungkin agar tidak semakin melebar.

“Jangan sampai terjadi seperti Timor Timur kita kehilangan satu provinsi,” imbuh Abdul Kharis.

Baca JugaBeredar Rekaman Percakapan Pilot Sriwijaya Air-182, Faktanya4 Kali dalam Sehari Gempa di Indonesia, Kali Ini Berada di Malaka

Seperti diketahui, Polri telah mengidentifikasi kelompok asing yang ikut berperan dalam aksi unjuk rasa berujung rusuh di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat.

Saat ini Polri tengah mendalami melalui media sosial maupun informasi di lapangan.

“Semua sedang kami dalami ya, kemudian sudah kita profiling (identifikasi), khususnya yang ada di media sosial ya, baik di akun-akun maupun informasi yang kita dapat di lapangan,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/9/2019).

Baca JugaDua Petugas Pabean Australia Ditangkap Fasilitasi Penyeludupan Shabu-Shabu 1,6 TonArdhito Pramono Minta Maaf Usai Jalani Rehabilitasi

Namun, Dedi belum bisa menyampaikan siapa saja para pihak asing yang diduga berperan dalam kerusuhan di Bumi Cendrawasih. (*)

Kirim Komentar