BOGOR– Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kegiatan sosialisasi terus dilakukan Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) seperti yang baru saja dilaksanakan di TK Uswatun Hasanah, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, (7/3/2026).
Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru
“Program MBG adalah upaya strategis untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Program ini tidak hanya memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka stunting di Indonesia,”tegasnya.
Dirinya mengatakan, program ini memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, khususnya di sektor pangan lokal.
“Program MBG memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan petani, peternak, dan nelayan lokal sebagai pemasok bahan baku utama. Melalui sinergi dengan BUMDes dan koperasi, program ini mampu menghidupkan kembali lapangan kerja di tingkat desa dan memastikan bahan pangan tidak didominasi oleh korporasi besar ataupun impor,”katanya.
Selain aspek gizi dan ekonomi, dijelaskan Achmad Ru’yat, program MBG juga berperan dalam pembentukan karakter anak di lingkungan sekolah.
“Program ini terintegrasi dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menanamkan nilai disiplin, budaya antre, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Di sekolah, MBG tidak hanya meningkatkan konsentrasi belajar siswa, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, budaya antre, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat. Untuk menjaga integritas program, guru dan kepala sekolah dilarang keras terlibat dalam bisnis pengadaan logistik MBG agar fokus pada pengawasan perkembangan gizi dan prestasi akademik siswa,”jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, Achmad Ru’yat berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Program MBG sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (eza)
