BOGOR– Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus gencar dilakukan. Kali ini bersama mitra kerja sukses diselenggarakan di GOR Mandiri, Kabupaten Bogor pada Selasa, (31/3/2026).
Sosialisasi yang dilakukan bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) ini dihadiri pembicara utama Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat, dan ratusan peserta yang sudah antusias menantikan program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru
Program ini menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, dengan tujuan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, menekan angka stunting, serta meringankan beban ekonomi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Achmad Ru’yat menegaskan bahwa program ini memiliki peran penting dalam pembangunan jangka panjang bangsa.
“Dalam upaya membangun fondasi kokoh menuju Generasi Emas 2045, pemerintah bersama mitra kerja DPR RI menekankan pentingnya implementasi program Makan Bergizi Gratis yang terintegrasi dan berkelanjutan. Program ini bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan sebuah intervensi holistik untuk membangun budaya kesehatan permanen di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Achmad Ru’yat menekankan pentingnya kesiapan fasilitas dan sistem pendukung dalam pelaksanaan program.
“Untuk menjamin kualitas, setiap satuan pendidikan wajib memenuhi matriks kesiapan yang mencakup ketersediaan sarana prasarana seperti area transit dan alat cuci tangan, validasi database penerima melalui Dapodik, serta kesiapan SDM dan materi edukasi,” tambahnya.
Menurut Achmad Ru’yat, program MBG sendiri didukung oleh tiga pilar utama, yaitu akses gizi berkualitas, akses edukasi bermutu, serta pembentukan karakter melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Ketiga pilar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus prestasi akademik peserta didik. Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan sistem monitoring dan evaluasi yang ketat, meliputi metrik operasional, metrik insiden, serta metrik dampak guna memastikan akuntabilitas dan efektivitas pelaksanaan di lapangan,”ujarnya.
Baca Juga:Tahun 2025, 21 Ribu Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Daop 3 Cirebon Pelaku Curanmor Beraksi di Masjid. Aksinya Terekam CCTV
Dikatakan Achmad Ru’yat, melalui sinergi antara pemerintah, DPR RI serta masyarakat bahwa program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (eza)
