KA Bangunkarta Keluar Rel, KAI Lakukan Pembatalan dan Alihkan Penumpang via Bus

Kereta Api
KAI Lakukan Pembatalan dan Alihkan Penumpang via Bus
0 Komentar

CIREBON –Rangkaian kereta api Bangunkarta (161) relasi Jombang–Pasarsenen mengalami anjlog di Emplasemen Stasiun Bumiayu, KM 312+1, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026) pukul 14.15 WIB.

Peristiwa ini langsung memicu gangguan besar terhadap perjalanan kereta api lintas selatan. Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan, terutama keterlambatan kedatangan penumpang di berbagai stasiun tujuan.

“Atas kejadian ini, kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang, yang menyebabkan keterlambatan perjalanan,” ujar Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin.

Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru

Meski insiden tergolong serius, Muhibbudin menjelaskan, PT KAI memastikan seluruh penumpang dan awak kereta dalam kondisi selamat.

“Saat ini, fokus utama adalah proses evakuasi tiga gerbong yang mengalami gangguan operasional serta percepatan pemulihan jalur.Namun, akibat anjlokan tersebut, kedua jalur rel—baik hulu maupun hilir—belum dapat dilalui. Petugas terus melakukan penanganan intensif di lokasi agar perjalanan kereta api segera kembali normal,”jelasnya.

*Dampak Meluas: Pembatalan hingga Rekayasa Perjalanan*

Gangguan ini berdampak luas. Sejumlah kereta api terpaksa dibatalkan, di antaranya:

KA Sawunggalih (Kutoarjo–Pasarsenen PP)KA Taksaka (Yogyakarta–Gambir PP)

KA Purwojaya (Gambir–Cilacap PP)

KA Bogowonto (Pasarsenen–Lempuyangan)

Selain pembatalan, lanjut Muhibbudin, PT KAI juga melakukan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan rute perjalanan sejumlah kereta melalui jalur alternatif, termasuk lintas utara via Semarang hingga Solo.

“Untuk mengurangi dampak terhadap penumpang, KAI memberlakukan sistem overstappen atau pengalihan menggunakan bus dari Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan menuju Purwokerto dan sekitarnya,”ucapnya.

Dikatakan Muhibbudin, upaya Pemulihan DikebutKAI memastikan seluruh jajaran terus bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat proses evakuasi dan normalisasi jalur.

Baca Juga:Tahun 2025, 21 Ribu Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Daop 3 Cirebon Pelaku Curanmor Beraksi di Masjid. Aksinya Terekam CCTV

“Kami terus berupaya agar perjalanan kereta api segera kembali normal. Terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan yang terdampak,”pungkasnya.

Insiden ini menjadi perhatian serius, mengingat jalur selatan merupakan salah satu lintas vital transportasi kereta api di Pulau Jawa.(eza)

0 Komentar