SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BerandaBeritaPakai Kurikulum Baru Lagi, Kurikulum Merdeka Belajar, Simak Penjelasannya

Pakai Kurikulum Baru Lagi, Kurikulum Merdeka Belajar, Simak Penjelasannya

Nadiem Anwar Makarim luncurkan Kurikulum Merdeka Belajar
Nadiem Anwar Makarim luncurkan Kurikulum Merdeka Belajar

Kemdikbud mengeluarkan produk baru bahan ajar untuk tahun ajaran baru, yaitu Kurikulum Merdeka Belajar.

Kurikulum ini merupakan kurikulum baru berdasarkan keputusan dari Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek)

Pendidikan memang hal yang penting di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, terciptalah produk baru kemdikbud, Kurikulum Merdeka.

Baca Juga3 Pelatih Ini Diinginkan Bobotoh Gantikan Robert Albert Latih PersibAda Agnez Mo sampai Jhonny Iskandar di Synchronize Fest 2022

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum belajar siswa yang konten pembelajarannya lebih beragam. Dengan konten yang beragam diharapkan siswa akan optimal dalam proses belajar.

Pada Kurikulum Merdeka ini, para siswa dan siswi diharapkan memiliki cukup waktu untuk bisa menguatkan kompetensi dan mendalami konsep.

Baca Juga3 Pelatih Ini Diinginkan Bobotoh Gantikan Robert Albert Latih PersibRiesca Rose Dituding Jadi Selingkuhan Sule

Dilansir dari Kemdikbud, Kurikulum Merdeka ini dikembangkan sebagai kerangka belajar kurikulum yang lebih fleksibel.

Tidak hanya itu, Kurikulum Merdeka juga memfokuskan pada pengembangan karakter, kompetensi peserta didik, dan materi esensial.

Kurikulum Merdeka ini juga sudah mulai dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2022 sampai dengan 2023.

Baca JugaSiapapun Lawan di Semifinal AFF, Timnas U-16 SiapRiesca Rose Dituding Jadi Selingkuhan Sule

Dilansir kembali dari laman yang sama, berikut karakteristik utama Kurikulum Merdeka.

Pertama, kurikulum ini pembelajarannya berbasis projek yang berfungsi untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

Kedua, fokus yang ada di dalam Kurikulum Merdeka ada pada materi esensial. Oleh karena itu, ada cukup waktu untuk pembelajaran yang mendalam kompetensi dasar, yakni numerasi dan literasi.

Baca JugaManchester City Rekrut Sergio Gomez dari AnderlechtRiesca Rose Dituding Jadi Selingkuhan Sule

Ketiga, pada Kurikulum Merdeka ini, terdapat fleksibilitas untuk guru melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan para siswa dan siswi.

Tidak hanya itu, guru juga dapat melakukan penyesuaian muatan lokal dan konteksnya.

Demikian penjelasan dari Kurikulum Merdeka Belajar dari Kemdikbud dengan harapan dapat menjadikan pendidikan Indonesia lebih baik lagi.

ADVERTISING
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rekomendasi untuk Anda

Berita Lainnya