Diduga Cabuli Penumpang, Driver Taksi Online Dilaporkan ke Polisi

Pelecehan
Korban pelecehan diduga oleh driver taksi online melapor ke Polres Cirebon Kota. FOTO:RIO
0 Komentar

CIREBON-Diduga melakukan aksi pencabulan, seorang driver taksi online di Kota Cirebon dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Cirebon Kota (Ciko).

Driver taksi online tersebut diduga melecehkan anak di bawah umur berinisial RA (17) warga Kabupaten Kuningan.

Peristiwa tersebut terjadi di dalam mobil pelaku saat korban minta dihantar ke lokasi latihan sepak bola salah satu SSB di Argasunya, Kota Cirebon, Senin (5/1/2026).

Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru

Paman korban sekaligus kuasa hukum keluarga, Indra Gustiawan SH di gedung Satreskrim Polres Cirebon Kota (Ciko) mengatakan bahwa peristiwa itu diketahui setelah dirinya pulang dari sidang di Pengadilan Negeri Sumber, Senin (5/1/2026).

“Saya pulang dari sidang sekitar pukul 17.00 WIB. Ponakan saya ini setiap Senin sampai Sabtu latihan sepak bola di salah satu SSB wilayah Argasunya, Kota Cirebon. Setelah pulang latihan, dia tidak bicara apa-apa ke saya,” katanya.

Namun, menurut Indra, sekitar pukul 20.00 WIB, ibu korban menghubungi dirinya dan mengabarkan bahwa anaknya diduga mengalami pelecehan pencabulan oleh seorang driver Maxim.

“Saya kaget, langsung malam itu juga datang ke Polres Ciko. Tapi, karena anggota Polisi masih suasana penjagaan Nataru, saya disarankan membuat laporan hari ini (6/1/2025),” ujarnya.

Indra mengungkapkan, dugaan pelecehan bermula saat korban diantar menggunakan jasa transportasi online. Di tengah perjalanan, pelaku disebut mulai bertindak tidak pantas.

“Ponakan saya tangannya dipegang dan ditarik paksa. Lalu, pelaku mencium pipi dan bibir keponakan saya saat kendaraan berhenti di wilayah Kalijaga. Tidak sampai di situ saja, tangan pelaku masuk ke dalam baju keponakan saya dan meremas payudaranya. Setelah itu, driver tidak langsung mengantar ke rumah saya, malah memutar lewat jalan kaki biasa, lewat Terminal,” jelasnya.

Tak hanya itu, pelaku juga diduga sempat berhenti lagi dan mengajak korban ke rumahnya dengan berbagai alasan.

Baca Juga:Tahun 2025, 21 Ribu Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Daop 3 Cirebon Pelaku Curanmor Beraksi di Masjid. Aksinya Terekam CCTV

“Pelaku mengatakan rumahnya kosong, istrinya sudah meninggal, dan mengajak ke sana dengan kalimat yang sangat tidak pantas. Ponakan saya menolak karena takut,” kata Indra.

Indra menambahkan, korban meminta agar segera diantar pulang ke rumah Indra di wilayah Perumnas Gunung Agung. Namun, di tengah perjalanan, tepatnya di kawasan Ciremai Raya, driver kembali menghentikan kendaraan dengan alasan mendapat pesanan lain.

0 Komentar