CIREBON-Sebuah video penjelasan pemandu ziarah di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, mendadak viral di media sosial.
Video tersebut menuai perhatian luas setelah sang pemandu menyebut bahwa situs Puser Bumi yang berada di kawasan makam ulama besar sekaligus pendiri Kesultanan Cirebon itu memiliki lorong yang disebut-sebut bisa tembus langsung ke Makkah, Arab Saudi.
Klaim tersebut pun langsung memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Menanggapi viralnya informasi yang dinilai menyesatkan itu, Juru Kunci Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin, akhirnya angkat bicara.
Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru
Ia meluruskan berbagai pernyataan yang beredar dan menegaskan bahwa penjelasan pemandu ziarah tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah maupun ajaran para wali.
Menurut Nasirudin, pemandu yang videonya ramai dibicarakan publik merupakan sosok yang masih baru di kawasan Makam Sunan Gunung Jati.
Ia mengungkapkan bahwa pemandu tersebut memang berasal dari Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, namun belum memiliki pemahaman mendalam terkait sejarah dan makna situs-situs yang ada di kompleks makam.
“Yang kemarin viral itu salah seorang pemandu ziarah. Saya tidak tahu persis namanya, tapi memang rumahnya di Desa Astana. Dia itu masih baru, baru belajar membantu memandu tamu-tamu yang datang berziarah,” ujar Nasirudin.
Ia pun mengimbau kepada para peziarah agar lebih selektif dalam memilih jasa pemandu.
Menurutnya, di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati sudah tersedia petugas resmi yang kompeten dan memahami betul sejarah, filosofi, serta nilai-nilai yang diwariskan oleh Sunan Gunung Jati.
“Carilah pemandu yang memang kompeten. Di sini ada petugas kami yang siap 24 jam, mengenakan pakaian adat tradisi yang sudah berlaku secara turun-temurun,” jelasnya.
Baca Juga:Tahun 2025, 21 Ribu Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Daop 3 Cirebon Pelaku Curanmor Beraksi di Masjid. Aksinya Terekam CCTV
Nasirudin menegaskan, penggunaan jasa pemandu yang tepat sangat penting agar para peziarah mendapatkan penjelasan yang benar dan tidak keliru, terutama terkait situs-situs sakral seperti Puser Bumi.
Ia juga menyebut bahwa kesalahan informasi seperti yang viral kemarin seharusnya tidak perlu terjadi jika peziarah dibimbing oleh pihak yang memahami sejarah secara utuh.
Lebih lanjut, Nasirudin secara tegas membantah klaim bahwa Puser Bumi memiliki lorong tembus ke Makkah.
