Warga Desa Kecomberan Tutup Jalan Ir Soekarno, Protes Sampah Menumpuk Tak Kunjung Diangkut

Sampah
Warga Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melakukan aksi penutupan Jalan Ir Soekarno Warung Asem pada Minggu (5/4/2026). 
0 Komentar

CIREBON – Warga Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melakukan aksi penutupan Jalan Ir Soekarno Warung Asem pada Minggu (5/4/2026).

Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap penumpukan sampah yang kian parah dan tak kunjung diangkut. Tumpukan sampah yang berserakan dinilai telah mengganggu kenyamanan serta mengancam kesehatan lingkungan, terutama bagi warga di kawasan Perumahan Cirebon Lestari.

Kondisi tersebut semakin dikeluhkan karena sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius dari pihak terkait. Tak hanya menutup akses jalan, warga juga melakukan kerja bakti membersihkan sebagian sampah yang telah lama menumpuk. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup mengatasi permasalahan yang ada.

Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru

Salah satu warga, Yeyet Nurhayati menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas lambannya penanganan sampah.

“Sampah sudah sangat menumpuk. Warga sebenarnya tidak akan protes kalau pengangkutannya berjalan dengan baik dan lingkungan tetap bersih,”tegasnya.

Ia mengungkapkan, dampak penumpukan sampah sangat terasa, terutama saat hujan turun. Bau menyengat dari tumpukan sampah bahkan sampai masuk ke area perumahan dan semakin parah ketika terjadi genangan atau banjir.

“Kalau hujan, baunya sampai ke perumahan. Ini sangat mengganggu lingkungan,”ungkapnya.

Menurut Yeyet, persoalan ini sudah terjadi sejak momentum Lebaran dan hingga kini belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah. “Sejak Lebaran tidak diangkut sampai sekarang,”ucapnya.

Ia juga mengaku telah mencoba menghubungi pihak berwenang, termasuk seorang pejabat setempat bernama Fitroh. Namun, informasi yang diterima menyebutkan bahwa sejumlah armada pengangkut sampah mengalami kerusakan.

“Katanya mobil sampah banyak yang rusak dan belum ada pengadaan dari pemerintah daerah,”akunya.

Baca Juga:Tahun 2025, 21 Ribu Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Daop 3 Cirebon Pelaku Curanmor Beraksi di Masjid. Aksinya Terekam CCTV

Warga pun mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil tindakan cepat dan konkret. Mereka bahkan mengancam akan terus melakukan penutupan jalan jika persoalan sampah tidak segera diselesaikan.

“Ini sudah sangat mengganggu lingkungan masyarakat. Kami harap pemerintah daerah segera memperhatikan karena ini urgent,”tuturnya.

Aksi ini menjadi sinyal keras bagi pihak terkait untuk segera menuntaskan persoalan pengelolaan sampah, demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat. (eza)

0 Komentar