SMPN 2 Suranenggala Luncurkan Ekskul GELITIK, Gabungkan Literasi dan Aksi Lingkungan

Sekolah
SMPN 2 Suranenggala meluncurkan ekstrakurikuler inovatif bertajuk GELITIK (Gerakan Literasi dan Transformasi Sampah Organik dan Anorganik), Sabtu (4/4/2026).
0 Komentar

CIREBON – Langkah progresif ditunjukkan SMPN 2 Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon dengan meresmikan ekstrakurikuler inovatif bertajuk GELITIK (Gerakan Literasi dan Transformasi Sampah Organik dan Anorganik), Sabtu (4/4/2026).

Peluncuran yang berlangsung meriah ini menjadi simbol kuat komitmen sekolah dalam menjawab dua tantangan besar sekaligus, yakni rendahnya minat literasi di era digital serta meningkatnya persoalan lingkungan.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan melalui pengawas sekolah serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon. Seluruh siswa, guru, hingga staf tata usaha tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat nilai edukasi dan kepedulian terhadap alam.

Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru

Kepala SMPN 2 Suranenggala, Hj. Tri Gayatri, S.Pd., MM menegaskan bahwa kehadiran GELITIK bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan langkah strategis dalam membentuk karakter siswa.

“Penting bagi kita untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan minat baca dan kepedulian menjaga alam. Melalui GELITIK, kita dorong siswa mengurangi plastik dan mendaur ulang sampah menjadi karya bernilai. Ini adalah literasi inklusi; bukan hanya tentang membaca teks, tapi juga melahirkan karya,” tegasnya.

Dijelaskan Dia, ekskul GELITIK menjadi wadah literasi unggulan di sekolah tersebut dengan tiga pilar utama, yakni literasi membaca melalui program SNANDA Membaca, Gerobak Baca, dan Bengkel Literasi; literasi budaya untuk pelestarian kearifan lokal; serta transformasi sampah menjadi karya inovatif.

“Program inovatif ini diharapkan mampu menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar modern dan interaktif. Dengan dukungan koleksi buku bertema lingkungan serta pendekatan pembelajaran kreatif, siswa didorong untuk memperluas wawasan tanpa batas,”jelasnya.

Keseruan kegiatan memuncak saat seluruh warga sekolah mengikuti aksi Redaton atau membaca bersama buku non-pelajaran secara massal. Suasana hening namun inspiratif terasa di seluruh area sekolah, diiringi musik instrumental yang membantu siswa lebih fokus menikmati bacaan.

Tak hanya itu, program Bank Sampah juga menjadi bagian dari aksi nyata. Para siswa diajak membawa sampah plastik dari rumah untuk ditabung, yang juga dicontohkan langsung oleh guru dan staf sebagai bentuk keteladanan.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Dinas Pendidikan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, serta seluruh unsur sekolah untuk terus mengembangkan budaya literasi dan menjaga lingkungan.

0 Komentar