Kehadirannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan Timnas Indonesia akan striker baru yang benar-benar tajam—seorang predator di era John Herdman.
Meski potensi skuad semakin menjanjikan, John Herdman menyadari bahwa kekuatan tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu.
Ia menekankan pentingnya membangun chemistry antar pemain sebagai fondasi utama. Hal ini juga menjadi sorotan Ketua BTN, Sumardji, yang menilai bahwa hubungan emosional antara pemain dan pelatih harus diperkuat jika ingin bersaing di level dunia.
Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru
Dalam debutnya, Herdman sebenarnya sudah menunjukkan hasil positif. Timnas Indonesia tampil tajam dengan kontribusi gol dari Beckham Putra, Ole Romeny, hingga Mauro Zijlstra.
Namun bagi Herdman, itu baru langkah awal. Ia bahkan secara berani menargetkan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.
“Saya percaya dalam empat tahun ke depan kita bisa membawa Indonesia ke Piala Dunia,” ujarnya optimistis.
Performa Timnas Indonesia di bawah asuhan Herdman mulai mendapat pengakuan internasional.
Pelatih Bulgaria, Alexander Dimitrov, menyebut skuad Garuda memiliki kualitas setara tim level menengah Eropa.
Menurutnya, perubahan taktik yang diterapkan Herdman membuat permainan Indonesia lebih modern dan efektif, terutama dalam membangun serangan.
Hal ini memunculkan spekulasi bahwa jika Herdman menangani tim sejak awal kualifikasi, peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh bisa saja lebih besar.
Baca Juga:Tahun 2025, 21 Ribu Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Daop 3 Cirebon Pelaku Curanmor Beraksi di Masjid. Aksinya Terekam CCTV
Kini, harapan publik kembali membuncah. Dengan tambahan striker baru Timnas Indonesia dan strategi matang dari pelatih, mimpi tampil di Piala Dunia bukan lagi sekadar angan.(*)
