Ad 970x250

Gunakan KTP Milik Orang Lain, Avsec Bandara Soetta Investigasi Internal Terkait 2 Penumpang Sriwijaya Air SJ182

WhatsApp Image 2021 01 10 at 20

JAKARTA – Avitation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta akan melakukan investigasi internal terkait 2 penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) milik orang lain. 

Baca:

Tidak Pernah Meminjamkan KTP, Sarah Beatrice Alomau Namanya Masuk Daftar Manifest Sriwijaya Air SJ182

Sambil Terisak Menangis di Bandara Supadio, Yaman Zai Tangisi Istri dan Tiga Anaknya di Sriwijaya Air SJ182

Dalam Pencarian Korban dan Puing Sriwijaya Air, Tim Yontaifib Marinir TNI AL Temukan KTP Yaman Zai

“Jadi dari pihak Sriwijaya juga masih melakukan investigasi internal, kami pun juga sama. Kita sedang investigasi nanti hasilnya akan membahas bersama-sama Sriwijaya, dengan (keluarga,red) korban dan lain-lain juga,” kata Senior Manager Avsec Bandara Soetta, Oka Setiawan saat dihubungi wartawan, Senin, 11 Januari.

Untuk keperluan investigasi, lanjut dia, pihaknya sudah memeriksa 3 orang. Ke depan, bukan tidak mungkin pihak yang diperiksa akan bertambah. 

“Karena kita sebanyak mungkin untuk mencari informasi. Termasuk di internal Sriwijaya juga sama sedang melakukan penyelidikan internal terhadap petugas check in-nya, petugas yang ground handling-ya dan semualah, pokoknya yang terkait,” ungkapnya.

Oka mengatakan pihaknya masih belum tahu identitas asli dari dua penumpang yang berada di pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Mengingat, kedua orang ini berpergian dengan nama Felix Wenggo dan Sarah Beatrice Alomau.

“Kalau dari manifes itu kan namanya Felix sama Sarah, yang digunakan terbang dua nama itu. Nah kita belum tau nih yang terbang itu namanya siapa,” ungkapnya.

“Kita masih investigasi internal  kalau yang beredar di media sosial pengakuan dari Sarah kan namanya siapa gitu, yang katanya mau menikah itu,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak sempat hilang kontak di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Sabtu, 9 Januari 2020. Pesawat dipastikan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.