Ad 970x250

Ancaman Tanah Longsor, Tanamlah Akar wangi

Presiden Jokowi Tanam Vetiver Bersama Warga untuk Cegah Longsor
Presiden Jokowi Tanam Vetiver Bersama Warga untuk Cegah Longsor

JAKARTA – Tanah longsor jadi salah satu bencana yang mengancam saat musim hujan. Beberapa wilayah Indonesia bahkan mengalami hal tersebut. Terbaru, bencana tanah longsor terjadi di Kota Kupang pada Senin, 25 Januari, dini hari.

Bencana tanah longsor sebenarnya bisa dicegah dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menanam tanaman yang berkemampuan mencegah tanah longsor dan erosi. Presiden RI Joko Widodo juga sempat berencana mencari beberapa tanaman untuk mencegah longsor.

“Saya kira tanaman vetiver, akar wangi, akan saya cari sebanyak-banyaknya bibit dan benih sehingga bisa kita lakukan penanaman terutama di Lebak dan Kabupaten Bogor,” ujar Presiden ketika menerima sejumlah kepala daerah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari, dikutip dari situs bnpb.go.id.

Vetiver atau akar wangi memang kerap digunakan untuk mencegah terjadinya longsor. Tanaman ini memiliki beberapa nama, mulai dari useur, akar babau, akar banda, Rarawestu,  dan masih banyak lagi.

Tanaman dengan nama latin Chrysophogon Zizaionide ini juga memiliki beberapa manfaat lain, misalnya, daunnya dapat mencerap karbon, mengusir hama, bahkan dapat dipakai untuk bahan dasar kertas.

Sedangkan di bagian akar dapat mengikat tanah, sehingga mampu mencegah longsor, banjir, memperbaiki kualitas air, melindungi infrastruktur, menyerap racun, sampai menyuburkan tanah.

Baca: Pakar ITB Ingatkan Potensi Bahaya Longsor Susulan di Sumedang

Meski memiliki berbagai manfaat, di Indonesia tanaman ini hanya digunakan sebagai penghasil minyak atsiri. Padahal di luar negeri, tanaman tersebut banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan ekologis dan fitoremediasi (memperbaiki lingkungan dengan tanaman).

Akar wangi juga bisa dimanfaatkan untuk stabilisasi tebing dengan teknologi Vetiver Grass Technology (VGT) atau Vetiver System (VS). VS adalah teknologi sederhana dengan biaya murah dengan memanfaatkan tanaman vetiver hidup untuk konservasi tanah dan air, serta perlindungan lingkungan.

Selain murah, teknologi ini juga praktis, mudah dipelihara, dan sangat efektif mengontrol erosi dan sedimentasi tanah, konservasi air, serta stabilisasi dan rehabilitasi lahan.

VS juga mudah dikendalikan lantaran tak menghasilkan bunga dan biji, sehingga pertumbuhannya tak liar seperti alang-alang. Yang membuat vetiver istimewa adalah sistem perakarannya. Tanaman ini berakar serabut dan mampu menghujam tanah, bahkan akarnya mampu mencapai 5.2 meter dan menembus tanah keras, berbatu, dan lapisan keras lain setebal 15 cm.

Akar ini bekerja seperti besi kolom yang menembus lapisan tekstur tanah. Di saat bersamaan, akar juga menahan partikel tanah dengan akarnya. Kondisi ini yang mampu mencegah erosi karena angin dan air. (*)