Ad 970x250

Saat Cuci Pakaian, Nenek Diterkam Buaya Sepanjang 1,5 Meter di Sungai

Yatimah yang diterkam buaya/Ist

BERITA-Seorang nenek warga Pekon Sidodadi, Kecamatan Semaka, Tanggamus, diterkam seekor buaya sepanjang sekitar 1,5 meter saat sedang mencuci di sungai.

Beruntung, korban berhasil selamat dari insiden tersebut. Namun, akibat kejadian itu, korban yang diketahui bernama Yatimah (62), itu mengalami enam luka gigitan di tangannya. 

Baca: Buaya 4 Meter Muncul di Perkebunan Pisang

Disadur dari RMOLLampung, Kapolsek Semaka Polres Tanggamus Iptu Pambudi Raharjo mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya mengatakan peristiwa itu terjadi Selasa (23/3) sekitar pukul 07.00 WIB.

“Korban diterkam buaya tepatnya di pinggir kali aliran sungai Way Semaka Pekon Sidodadi Kecamatan Semaka,” kata Iptu Pambudi.

Iptu Pambudi menjelaskan kronologi peristiwa tersebut, terjadi saat korban sedang mencuci pakaian di pinggir kali aliran Sungai Way Semaka di Pekon Sidodadi, Semaka, Tanggamus.

Baca: Video: Menegangkan, Buaya Berukuran Besar Kejar Orang Berenang

Lalu, tiba-tiba, tangan sebelah kiri korban diterkam dan digigit buaya dengan panjang sekitar 1,5 meter. Gigitan itu membuat korban terkejut dan berupaya melepaskan gigitan.

“Karena merasa kaget dan panik, korban kemudian mencoba melepaskan gigitan buaya tersebut dengan cara mengibaskan tangannya. Akhirnya, gigitan buaya itu berhasil lepas,” jelasnya.

Selanjutnya, korban ditolong warga lain dan saat ini sudah mendapatkan pertolongan medis. “Korban sudah diperiksa pihak medis,” ujarnya.

Kesempatan itu, Kapolsek mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam beraktifitas di aliran sungai sebab bisa saja buaya mengintai. “Agar berhati-hati dalam beraktifitas. Kami juga telah membuat banner himbauan,” tandasnya. 

Sementara itu, anak korban berharap kepada pemerintah untuk dapat menanggulangi buaya di sungai way semaka, pasalnya gigitan buaya sudah berulangkali terjadi.

“Harapan kita sebagai masyarakat semaka, pemerintah untuk turun tangan mengatasi masalah buaya ini. Agar tidak terjadi korban-korban yang lain,” harapnya. (*)