Ad 970x250

Beruk Liar Teror Asrama Putri hingga Kamar Mandi

beruk liar
Beruk liar yang berhasil ditangkap di Agam (Antara)

BERITA-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam, berhasil menangkap beruk liar atau macaca nemesterina. Kehadiran beruk liar sempat meresahkan warga dan siswa SMK Plus Perbankan Bugenvil Lubukbasung.

“Beruk liar itu berhasil masuk ke kandang jebak yang kita pasang Kamis sore. Beruk itu masuk ke dalam kandang sekitar dua jam setelah dipasang,” kata Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam Agam, Ade Putra dilansir dari Antara, Kamis, 25 Maret.  

Baca: Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/66 (YPKP 65) Temukan Kuburan Massal di Cirebon

Beruk ini begitu agresif saat ditangkap hingga membuat petugas sampai warga yang membantu kesulitan saat evakuasi. Rencananya beruk hendak dilepasliarkan ke habitatnya di hutan cagar alam.

“Lepasliar itu bakal kita lakukan dalam waktu dekat apabila kondisi kesehatan membaik,” katanya.

Sebelumnya, Resor Konservasi Sumber Daya Alam Agam mendapatkan informasi terkait konflik satwa liar dengan manusia dari pihak SMK Plus Perbankan Bugenvil Lubukbasung.

Mendapat informasi itu, pihaknya menurunkan tim untuk identifikasi lapangan dan memasang kandang jebak. Pembina OSIS SMK Plus Perbankan Bugenvil Lubukbasung, Ismi Fajar Mulianda mengatakan satu bulan terakhir beruk itu selalu meresahkan siswa sekolah.

“Sebelum masuk kandang perangkap, beruk itu masuk ke kawasan sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, beruk itu masuk ke dalam asrama putri, kamar mandi, lingkungan sekolah dan mengejar salah seorang siswa atas nama Elvita Junita saat hendak pergi Salat Subuh.

“Elvita Junita langsung menghindar dari beruk itu sembari menuju lokasi teman yang lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, beruk itu muncul ke lingkungan sekolah setiap sore, malam dan pagi semenjak satu bulan terakhir. Namun pada siang hari, tambahnya, beruk itu bersembunyi ke lokasi lain dan keluar sekitar pukul 17.00 WIB.

“Seluruh siswa resah dengan keberadaan beruk tersebut, sehingga saya melaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar melalui Resor Agam,” katanya. (*)