Ad 970x250

Pindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur, Gubernur Kaltim: Mas Jokowi Pasti Masuk Surga

606d8b6c14b51
Tangkapan layar via meet zoom saat Gubernur Kaltim Isran Noor memaparkan materi potensi dan keberlanjutan ibu kota negara di Kaltim dalam kuliah umum di Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta, Rabu (7/4/2021). (Istimewa)

BERITA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap pasti akan masuk surga karena memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Hal tersebut diucapkan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor kepada Presiden Jokowi. 

Baca: Desain Ibu Kota Negara, Usung Simpang Lima Tugu Pancasila

“Makanya saya sampaikan kepada Bapak Jokowi, Presiden. ‘Pak Jokowi, Mas Jokowi, Bapak Presiden, bapak itu pasti masuk surga’,” kata Isran, dikutip Jumat (9/4).

Isran mengatakan, Jokowi pasti masuk surga karena berhasil mewujudkan cita-cita dua Presiden Indonesia sebelumnya soal pemindahan ibu kota, yaitu Sukarno dan Suharto.

Presiden Sukarno pernah berencana memindahkan Ibu Kota RI ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada tahun 1965. Namun, rencana tersebut batal terealisasi. Presiden Suharto juga sempat ingin memindahkan ibu kota ke Jonggol, namun lagi-lagi tidak terlaksana.

“Bapak telah mewujudkan cita-cita dua kepala negara untuk memindahkan, Pak Sukarno dan Suharto. Orangnya sudah mati. Satu yang belum mati, Pak SBY. Pak SBY juga ingin memindahkan, tapi belum mati. Artinya, bapak mewujudkan cita-cita itu,” sambung Isran.

Pemindahan ibu kota ini tentu tidak berlangsung spontan dan singkat. Perencanaannya harus melalui kajian matang dan butuh waktu bertahun-tahun.

Karena itulah, menurut Isran Jokowi akan dikenang sebagai Presiden Indonesia yang akhirnya berhasil memindahkan ibu kota Indonesia ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. 

“Kemudian bapak juga tidak usah pikir juga, karena kalau bapak bisa pindahkan ibu kota ini, artinya bapak akan dikenang oleh anak bangsa ini sampai kapanpun, sebagai sebuah wujud karya besar kepala negara,” katanya.

Pemerintah telah menganggarkan Rp466 triliun untuk pemindahan ibu kota, namun perkembangannya sempat terhambat karena pandemi Covid-19. Pembangunan direncanakan akan kembali berlanjut di tahun ini. (*)