Ad 970x250

Usai Temuan Gunung Emas Kongo, Kini ‘Kota Emas’ Zaman Firaun yang Hilang Ditemukan

Eyd4Np7W8AEUVsC
Twitter

BERITA-Usai temuan gunung emas yang mengandung emas di Kongo Afrika Selatan, kini Pakar arkeologi menemui saki baki sebuah kota kuno di padang pasir Luxor yang didakwa sebagai penemuan terbesar pernah dijumpai di Mesir.

Ahli Arkeologi terkenal Mesir, Zahi Hawass mengumumkan penemuan ‘kota emas yang hilang’ itu merupakan kediaman lagenda Lembah Raja di era kerajaan Firaun. 

Pasukan arkeologi kata, misi itu dikendalikan oleh Dr. Zahi Hawass untuk mencari kota yang hilang di bawah runtuhan pasir.

“Kota ini dianggarkan berusia 3.000 tahun yang berasal dari pemerintahan Amenhotep III, dan terus digunakan oleh Tutankhamun dan Ay. Banyak misi pencarian datang dari luar negara sebelum gagal menemui kota itu,” katanya.

Situs kota yang ditemukan itu diyakini sebagai pemukiman administrasi dan industri terbesar di era itu, yang terletak di tepi barat Luxor.

“Penemuan kota yang hilang ini adalah penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Tutankhamun,” kata Betsy Bryan, seorang profesor Egyptology di Universitas Johns Hopkins dan anggota misi arkeologi tersebut, dalam pernyataan, seperti dikutip GulfNews, Jumat (9/4/2021).

“Penemuannya akan memberi kita gambaran yang langka tentang kehidupan orang Mesir kuno ketika kekaisaran itu berada pada posisi terkaya,” ujarnya.

Kota yang hilang itu adalah yang terbaru dari serangkaian penemuan arkeologi yang digali dalam beberapa bulan terakhir di seluruh negeri yang membawa pemahaman baru tentang dinasti yang menguasai Mesir kuno. Pemerintah Mesir berharap temuan semacam itu akan mendukung industri pariwisata yang sangat penting di negara itu, yang dalam beberapa tahun terakhir terpukul oleh pandemi virus corona, serangan militan Islamis, dan ketidakstabilan politik.

Aten menjadi salah satu situs yang paling menjanjikan dan signifikan dari penemuan baru-baru ini.

Para arkeolog mulai menggali pada bulan September di area antara kuil Raja Ramses III dan Amenhotep III. Menurut pernyataan para arkeolog, tujuan awal dari misi tersebut adalah untuk menemukan kuil kamar mayat Raja Tutankhamun.

“Dalam beberapa minggu, tim sangat terkejut, formasi batu bata lumpur mulai muncul ke segala arah,” lanjut pernyataan tersebut. “Apa yang mereka gali adalah situs kota besar dalam kondisi baik, dengan tembok yang hampir lengkap, dan kamar-kamar yang penuh dengan peralatan kehidupan sehari-hari.”

“Lapisan arkeologi memiliki hal tak tersentuh selama ribuan tahun, ditinggalkan oleh penduduk kuno seolah-olah baru kemarin,” sambung pernyataan para arkeolog.

“Banyak misi luar negeri mencari kota ini dan tidak pernah menemukannya,” papar Zahi Hawass, seorang arkeolog Mesir dan mantan menteri negara urusan barang antik yang memimpin misi tersebut, dalam pernyataan itu.

Kota ini aktif pada masa pemerintahan Amenhotep III serta selama menjadi co-regencybersama putranya, Amenhotep IV, yang juga dikenal sebagai Akhenaton. Kota itu kemudian digunakan oleh Tutankhamun dan penggantinya, Raja Ay.

Hawass mengatakan jalan-jalan kota diapit oleh rumah-rumah, beberapa di antaranya memiliki tembok setinggi hampir 10 kaki.

Masih menurut pernyataan mereka, tim arkeologi menentukan tanggal pemukiman tersebutmelalui prasasti hieroglif yang ditemukan di bejana anggur, cincin, scarab, tembikar, dan batu bata lumpur dengan segel cartouche Raja Amenhotep III.

Sejauh ini, beberapa daerah kantong kota telah ditemukan. Di bagian selatan, para arkeologmenemukan toko roti dan dapur besar lengkap dengan oven dan tembikar untuk menyimpan makanan. Mereka juga menemukan distrik administrasi dan pemukiman yang dipagari oleh dinding zigzag dengan hanya satu pintu masuk, menunjukkan itu untuk memberikan keamanan.

Di area ketiga ada bengkel. Tim menemukan cetakan-cetakan untuk menghasilkan jimat dan ornamen, yang tampaknya untuk kuil dan makam.

“Di seluruh area yang digali, misi telah menemukan banyak alat yang digunakan dalam beberapa jenis aktivitas industri seperti pemintalan dan pertenunan,” imbuh pernyataan para arkeolog, yang menyatakan bahwa terak pembuatan logam dan kaca juga telah ditemukan.

Di bagian lain kota, kuburan dua ekor sapi atau lembu ditemukan di sebuah ruangan. Dan di daerah lain ada sisa-sisa jasad, ditemukan dengan tangan terentang ke samping dan tali melilit lutut. Tim sedang menyelidiki kedua kasus tersebut untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang praktik sosial selama era itu.

Sebuah kuburan besar ditemukan di sebelah utara kota, serta sekelompok kuburan yang dipotong dari batu.

“Pekerjaan sedang dilakukan dan misi mengharapkan untuk mengungkap makam tak tersentuh yang penuh dengan harta karun,” papar para arkeolog. (*)

Tag: