Bagaimana Vaksin Jadi Kontroversial?

Bagaimana Vaksin Jadi Kontroversial?
0 Komentar

Penelitian itu kemudian dibantah dan ditarik kembali, setelah dilaporkan bahwa data Wakefield ternyata palsu. Menurut Brian Deer, jurnalis investigatif untuk London’s Sunday Times, Wakefield dibayar lebih dari £400.000 ($665.000) oleh seorang pengacara yang bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin tersebut tidak aman. Dari faktor religius, bukan hanya umat muslim saja yang memperdebatkan kehadiran vaksin. Seorang warga Amerika Serikat dalam catatannya menyatakan keyakinannya bahwa manusia diciptakan sudah sebagaimana seharusnya. Campur tangan eksternal seperti vaksin, menurutnya, adalah hal yang tidak diperlukan. 

“Tubuhku dirancang oleh Tuhan untuk menyembuhkan diri sendiri dan mengatur diri sendiri dan tidak ada orang yang bisa melakukannya untuk melakukan lebih baik dari pada Tuhan,” tulisnya. Pengguna lain dari Amerika Serikat menyatakan, “[…] apapun yang melibatkan zat yang seharusnya tidak pernah masuk dalam tubuh manusia, seharusnya tidak disuntikkan atau dikonsumsi tanpa persetujuan individu itu.” 

UNICEF dalam catatannya soal gerakan anti-vaksin di Eropa Barat menuliskan bahwa ketidakpercayaan yang kuat terhadap pemerintah dan industri farmasi dalam komunitas anti-vaksinasi. Di Polandia, imunisasi dipandang sebagai lahan keuntungan perusahaan farmasi. Mereka menyebut perusahaan farmasi di sana sebagai ‘mesin pasar yang korup’.

Baca Juga:Petarung MMA Ucap Syahadat, Wilhelm Ott: Islam Berikan Saya Kekuatan5 Cara Memakai Parfum yang Benar Agar Wangi Tahan Lama

Terkait teori konspirasi dalam vaksin, pendapat lain menyatakan bahwa industri vaksin adalah perusahaan yang disetir oleh tujuan mendapat laba, dengan dalih menyelamatkan nyawa dan melindungi manusia. Ketidakpercayaan terhadap pemerintah juga besar. Ada anggapan bahwa imunisasi digunakan untuk mengendalikan dan mengurangi populasi dunia.

Co-founder Microsoft, Bill Gates dikenal sebagai filantropi dan banyak menyumbang uang untuk riset vaksin virus Corona. Namun dia dirundung di Instagram.Perundungan terhadap Bill Gates sampai menjadi pemberitaan berbagai media internasional. Dipantau beritaradar.com, Sabtu (18/4/2020) hal ini diawali dari postingan Bill Gates di Instagram..Bill Gates pada 5 April 2020 kemarin, memposting video pendek di akun Instagramnya. Isinya dia memasang tulisan ‘Thank You Health Care Workers’.“Thank you to all of the health care workers who are making heroic efforts to test and treat patients across the United States and the world,” begitu kata Bill Gates.Videonya ditonton 2,8 juta kali. Namun yang bikin heran memang komentarnya. Bukannya mendapat pujian karena bersimpati kepada petugas kesehatan, Bill Gates justru mendapat perundungan dan caci maki sampai saat ini.“Thank you! I’m a registered nurse on the front line.. no flu vaccine for me and absolutely no corona virus vaccine.. sorry… NOT SORRY,” kata @janiewilson10.“Isn’t it interesting that the same man who has openly spoken about his plans to decrease the population (watch his TED Talk) has now taken a seat as the world’s medical advisor, pushing forced vaccination ??? as the only way for us to escape the COVID-19 pandemic crisis?” kata @olichkabula.

0 Komentar