SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BerandaGosipBikin Geger, Ini Isi Novel The Eyes of Darkness yang Disebut Ramalkan Virus Corona Wuhan

Bikin Geger, Ini Isi Novel The Eyes of Darkness yang Disebut Ramalkan Virus Corona Wuhan

kootnz

JAKARTA-Novelis Dean Koontz menjadi sorotan karena salah satu novelnya berjudul The Eyes of Darkness pernah meramalkan kedatangan Virus Corona (COVID-19) yang berasal dari Wuhan. Novel itu terbit pada 1981 lalu.

Sebelum beredar di Indonesia, klaim yang mengkaitkan novel ini dengan virus Corona Covid-19 telah beredar di Twitter pada 16 Februari 2020 lalu. “A Dean Koontz novel written in 1981 predicted the outbreak of the coronavirus,” cuit akun @NickHintonn.

Baca JugaCek Lagi, Ada Pencairan Dana BSU 2022 Tahap 2 Rp 600.000Mandul di awal Musim, Son Heung-min Langsung cetak Hat-trick

Plot berkisah tentang seorang ibu bernama Christina Evans asal Las Vegas yang mencari putranya bernama Danny yang hilang saat pergi berkemah. Anaknya ternyata tidak sengaja kena virus “Wuhan-400” dan ditahan di sebuah laboratorium.

Dalam foto salah satu halaman buku itu, terdapat tulisan bahwa virus yang merupakan senjata massal tersebut bernama Wuhan-400. Virus itu dibawa oleh seorang peneliti Cina yang bernama Li Chen saat pindah ke Amerika Serikat. Berikut tulisan dalam salah satu halaman buku itu:

Baca JugaCek Lagi, Ada Pencairan Dana BSU 2022 Tahap 2 Rp 600.000Erik Ten Hag kembali Berburu Pemain Ajax Amsterdam, Kini Giliran Siapa yang akan Gabung MU?

It was around that time that a Chinese scientist named Li Chen defected to the United States, carrying a diskette record of China’s most important and dangerous new biological weapon in a decade. They call the stuff ‘Wuhan-400’ because it was developed at their RDNA labs outside of the city of Wuhan, and it was the four-hundredth viable strain of man-made microorganism created at that research center.”

924153 720

“Saya tidak tertarik dengan filosofi atau moralitas perang biologi,” ujar Tina. “Saat ini saya hanya ingin tahu bagaimana bisa Danny ditahan di tempat ini.”

“Untuk memahami itu,” ujar Dombey, “kamu harus tahu apa yang terjadi 20 bulan yang lalu. Sekitar saat itulah seorang ilmuwan China bernama Li Chen berkhianat ke Amerika Serikat sambil membawa catatan disket dari senjata biologis terbaru yang paling penting dan berbahaya di dekade ini. Mereka menyebut benda itu ‘Wuhan-400’ karena itu dikembangkan di lab RDNA di luar kota Wuhan…”

Baca JugaRumah Tangga Reza Arap dan Wendy Walters Diterpa Isu Perselingkuhan2 Pemain Persikabo Gabung Timnas Indonesia, Djanur: Mereka Layak

Kota Wuhan merupakan asal dari Virus Corona, dan banyak teori konspirasi yang berkata virus itu adalah senjata rahasia China.

Lebih lanjut, tokoh Dombey berkata Wuhan-400 adalah senjata sempurna, sebab hanya memberi dampak ke manusia.

“Wuhan-400 adalah senjata sempurna. Itu hanya menyakiti manusia. Tidak ada makhluk hidup lain yang bisa mengidapnya. Dan seperti sipilih, Wuhan-400 tidak bisa selamat di luar tubuh manusia lebih lama dari semenit, artinya itu tidak bisa mengkontaminasi benda-benda secara permanen atau seluruh tempat sebagaimana antraks dan yang bisa dilakukan mikro organisme berbahaya lain…”

Baca JugaMandul di awal Musim, Son Heung-min Langsung cetak Hat-trickHasil Timnas Indonesia vs Vietnam: Menang 3-2, Garuda Nusantara Lolos ke Piala Asia U-20 2023

Namun, situs anti-hoaks Snopes menyebut deskipritif novelis Dean Kootz tidak seluruhnya benar. Salah satunya adalah Virus Corona tidak 100 persen berbahaya seperti Wuhan-400. Hingga kini, lebih dari 14 ribu pasien sudah pulih.

Fakta lain yang terungkap adalah teryata nama asli virus itu di novel Kootz bukanlah Wuhan-400, melainkan Gorki-400 asal Rusia. Tidak jelas mengapa nama kotanya berubah menjadi Wuhan semenjak 2008 lalu.

Dean Koontz pertama kali menerbitkan novel pada 1968. Novel itu berjudul Star Quest.

Baca JugaRumah Tangga Reza Arap dan Wendy Walters Diterpa Isu PerselingkuhanCek Lagi, Ada Pencairan Dana BSU 2022 Tahap 2 Rp 600.000

Star Quest %28Dean Koontz%29

Genre yang dipilih Koontz adalah fiksi ilmiah. Tak heran jika ada novelnya yang menyinggung “Virus Corona”.

Karya Koontz juga pernah masuk daftar New York Times Best Seller, seperti Cold FireHideaway, Intensity, dan Odd Hours yang difilmkan sebagai Odd Thomas.

Banyak karya Dean Kootz yang diadaptasi ke layar kaya. Melansir IMBD, beberapa novel Kootz yang difilmkan adalah seri Watchers, Servants of TwilightBlack River, hingga Odd Thomas dan dibintangi aktor muda berbakat Anton Yelchin.

Baca Juga2 Pemain Persikabo Gabung Timnas Indonesia, Djanur: Mereka LayakAdam Levine Dituding Selingkuh dengan Model Seksi

Ada pula buku non-fiksi tulisan Sylvia Browne yang menyebut ada virus pneumonia pada 2020 mendatang. Dalam buku berisi prediksi itu, Browne menyebut virus ini akan hilang dengan cepat dan kembali menyerang 10 tahun lagi.

Browne kerap muncul di TV. Pada 2004, ia pernah berkata kepada orang tua yang anaknya hilang bahwa putrinya bernama Amanda Berry itu telah tewas.

Dilansir ABC News, ibu dari anak itu menangis karena percaya omongan Browne. Setahun kemudian, sang ibu meninggal akibat serangan jantung.

Baca JugaRumah Tangga Reza Arap dan Wendy Walters Diterpa Isu PerselingkuhanDedi Mulyadi Digugat Cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna

Pada 2013, Amanda Berry ternyata ditemukan masih hidup. (*)

ADVERTISING
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rekomendasi untuk Anda

Berita Lainnya