Enam Dokter Dilaporkan Meninggal Dunia Diduga Terpapar Virus Corona

Enam Dokter Dilaporkan Meninggal Dunia Diduga Terpapar Virus Corona
0 Komentar

JAKARTA-Jumlah dokter yang menjadi korban virus Corona atau COVID-19, dilaporkan telah mencapai enam orang, setelah salah seorang dokter senior, Djoko Judodjoko, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2020), yang juga terpapar virus Corona.

Kabar kematian enam dokter IDI tersebut diberitakan langsung lewat akun Instagram IDI, @ikatandokterindonesia

https://www.instagram.com/p/B-CFF-WF87r/?igshid=12gmi1tsa6foz

Baca Juga:Malaysia dan Singapura Semprotkan Racun Pembasmi Corona COVID-19 dari Udara, HoaksCek Corona Secara Online: Gojek, Halodoc dengan Kemenkes Luncurkan Inovasi Layanan ‘Check COVID-19’

“IDI berduka cita yang amat dalam atas berpulangnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban Pandemi Covid-19,”demikian keterangan unggahan foto 6 dokter tersebut.

Berikut daftar nama keenam dokter yang meninggal dunia:

  1. dr Hadio Ali SpS, IDI Cabang Jakarta Selatan
  2. dr Djoko Judodjoko, SpB, IDI Cabang Kota Bogor
  3. dr Laurentius P, SpKJ, IDI Cabang Jakarta Timur
  4. dr Adi Mirsaputra SpTHT, IDI Cabang Kota Bekasi
  5. dr Ucok Martin Tambunan, SpP, IDI Cabang Medan
  6. dr Toni Daniel Silitonga, IDI Cabang Bandung Barat

Sementara, Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi, belum bisa memastikan semua dokter yang meninggal tersebut karena positif terinfeksi penyakit Covid-19 akibat virus corona. Namun, dia memastikan beberapa di antaranya memang dinyatakan positif melalui hasil pemeriksaan swab di laboratorium. 

“Dikonfirmasikan memang dari gejala dan kliniknya memang dia terduga PDP, daripada Covid-19,” kata Adib, Minggu (22/3). 

Ia menjelaskan, salah satu faktor lain yang menjadi sebab kematian enam dokter IDI diduga karena jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang minim. Oleh karena itu, ia khawatir hal serupa bisa terjadi pada dokter atau tenaga medis lain di rumah sakit yang menangani pasien corona.

Adib mengatakan kekurangan jumlah APD saat ini disebabkan karena stoknya yang menipis. Padahal, sejumlah rumah sakit sudah mengalokasikan dana untuk menyediakan fasilitas medis tersebut. 

“Bisa membeli, uangnya ada, bahkan ada beberapa donatur untuk membantu membeli. Cuma masalahnya pengadaan barangnya dikeluhkan tementemen di daerah itu tidak ada,” kata Adib. 

Menurut dia, kelangkaan APD itu saat ini hampir terjadi di semua rumah sakit. Kondisi itu yang kata Adib mengkhawatirkan. 

0 Komentar