SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BerandaBeritaHaji Furoda adalah Haji Undangan Pemerintah Arab Saudi, Apa Bedanya?

Haji Furoda adalah Haji Undangan Pemerintah Arab Saudi, Apa Bedanya?

ibadah haji ilustrasi
ibadah haji ilustrasi

Kementerian Agama (Kemenag) menuturkan, sebanyak 46 calon haji furoda dari Indonesia dipulangkan karena menggunakan visa tidak resmi.

Lantas, apa itu Haji Furoda? Haji Furoda adalah program haji dengan menggunakan Visa Haji Furoda resmi dari pemerintah Arab Saudi. Program Haji Furoda merupakan undangan resmi dari pemerintah Arab Saudi, sehingga tidak menggunakan kuota yang diberikan kepada negara.

Di Indonesia, sebenarnya terdapat tiga macam program resmi pemberangkatan ibadah haji. Ketiganya, yakni Haji Reguler, Haji Khusus atau ONH Plus, dan Haji Furoda atau Haji Mujamalah.

Baca JugaHasil Liga 1: Bali United vs RANS Nusantara FC: Spaso Brace, Bali United Menang 3-2Kemenkes Nyatakan Satu Warga Jateng Suspek Cacar Monyet

Apa perbedaan Haji Furoda, Haji Plus, dan Haji Reguler? Baca juga: Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Apa Itu Haji Furoda?

Haji Furoda adalah program haji tanpa antre, dengan menggunakan Visa Haji Furoda atau Visa Haji Mujamalah (undangan) yang resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Baca JugaRiesca Rose Dituding Jadi Selingkuhan SuleKemenkes Nyatakan Satu Warga Jateng Suspek Cacar Monyet

Haji Furoda tidak menggunakan kuota haji pemerintah, sehingga biasa disebut sebagai haji non-kuota. Haji Furoda sendiri dilaksanakan secara mandiri oleh asosiasi travel yang bekerja sama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Dilansir dari laman Kemenag, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Nur Arifin mengatakan, pemerintah tidak secara langsung mengelola Haji Furoda atau Haji Mujamalah, juga tidak menetapkan standar pelayanan program haji jenis ini.

Meski demikian, Pasal 18 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, mewajibkan keberangkatan Haji Furoda melalui PIHK.

Baca JugaKota Modern dan Tersembunyi di Papua, Inilah Kuala KencanaKemenkes Nyatakan Satu Warga Jateng Suspek Cacar Monyet

Dikutip dari Pasal 1 angka 11, PIHK adalah badan hukum yang memiliki izin menteri untuk melaksanakan ibadah Haji Khusus. PIHK yang memberangkatkan calon jemaah Haji Furoda wajib melaporkannya kepada menteri. Haji jalur Furoda adalah resmi atau legal dalam perspektif aturan imigrasi pemerintah Arab Saudi.

Asalkan, calon jemaah haji mendapatkan visa dan izin dari pihak Kerajaan Arab Saudi. Visa Haji Furoda ada dua, yakni visa yang diberikan kepada calon jemaah secara umum untuk seluruh negara dan visa khusus tamu istimewa Kerajaan Arab Saudi.

Baya Haji Furoda jauh lebih mahal dibanding Haji Plus dan Haji Reguler, berkisar antara Rp 250 juta sampai Rp 300 juta per orang, sesuai fasilitas yang diberikan.

Baca JugaKota Modern dan Tersembunyi di Papua, Inilah Kuala KencanaBegini Cara Mendapatkan Dana BOS Kemenag untuk Madrasah

Haji ONH Plus

Haji Khusus atau yang kerap disebut Ongkos Naik Haji Plus (ONH Plus) merupakan program haji resmi yang masuk dalam kuota haji pemerintah.

Kuota haji Indonesia sendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 8 UU Nomor 8 Tahun 2019, disebutkan terdiri atas kuota Haji Reguler dan Haji Khusus.

Tidak seperti Haji Furoda yang tanpa antre, ONH Plus masih memiliki masa tunggu sekitar 5-7 tahun, tergantung daerah masing-masing. Akan tetapi, masa tunggu Haji Khusus jauh lebih cepat dibanding Haji Reguler yang bisa mencapai belasan tahun.

Baca JugaBegini Cara Mendapatkan Dana BOS Kemenag untuk MadrasahHarga BBM Shell Turun, Harga Pertamax malah Naik, Mulai 3 Agustus 2022

Masuk dalam kuota pemerintah, penyelenggaraan Haji Plus tidak dilakukan langsung oleh Kemenag. Melainkan, dilakukan oleh PIHK sesuai aturan pemerintah, dengan pengelolaan, pembiayaan, dan pelayanan khusus.

Adapun biaya Haji Khusus atau ONH Plus, ditetapkan oleh PIHK dengan mengacu ketetapan Kementerian Agama.

Rata-rata biaya Haji Khusus sendiri berkisar antara Rp 150 juta sampai Rp 160 juta, tergantung nilai kurs saat calon jemaah melakukan pendaftaran dan pelunasan.

Baca JugaKota Modern dan Tersembunyi di Papua, Inilah Kuala KencanaMengenal Retinol? Bisa Berfungsi sebagai Skincare tapi Harus Tahu Ini…

Haji Reguler

Haji Reguler adalah program haji resmi yang dikelola langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. Dibanding Haji Plus, Haji Reguler mendominasi kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Adapun dilansir dari laman Kemenag, biaya

Haji Reguler juga jauh lebih murah, yakni rata-rata senilai Rp 35,2 juta per jemaah untuk keberangkatan 2022. Meski demikian, masa tunggu Haji Reguler tergolong lama, mencapai belasan bahkan puluhan tahun.

ADVERTISING
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rekomendasi untuk Anda

Berita Lainnya