SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BerandaKesehatanHari Tanpa Bayangan di Sejumlah Wilayah Jawa Barat, Waspada Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

Hari Tanpa Bayangan di Sejumlah Wilayah Jawa Barat, Waspada Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

HTBM terjadi dua kali dalam setahun untuk kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropic of Cancer, 23,4 Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn, 23,4 Lintang Selatan). Foto/Ist.
HTBM terjadi dua kali dalam setahun untuk kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropic of Cancer, 23,4 Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn, 23,4 Lintang Selatan). Foto/Ist.

BERITA-Sejumlah daerah di Jawa barat akan mengalami hari tanpa bayangan hingga Kamis (4/3/2021). Wilayah yang akan mengalami fenomena alam tersebut yakni Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning) dan Sumedang.

Dikutip dari laman BMKG pada Rabu (3/03), hari tanpa bayangan adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. 

Baca: Hari Tanpa Bayangan, Ini yang Wajib Kamu Tahu

Dikutip dari Halodoc, dampak kulminasi matahari yang sebabkan suhu semakin panas.

Baca JugaDedi Mulyadi Digugat Cerai Bupati Purwakarta Anne RatnaHasil Timnas Indonesia vs Vietnam: Menang 3-2, Garuda Nusantara Lolos ke Piala Asia U-20 2023

  1. Suhu udara semakin panas dan mencapai lebih dari 35 derajat Celsius pada siang hari.
  2. Cuaca panas ini masih terasa hingga beberapa hari setelah puncak kulminasi matahari.
  3. Kelembaban udara menurun dan kurang dari 40 persen.

Meski masyarakat Indonesia terbiasa dengan suhu tropis, namun akibat fenomena kulminasi matahari ini, cuaca menjadi jauh lebih panas dari biasanya. Oleh sebab itu, anda wajib mengantisipasi hal ini, jangan sampai perubahan cuaca ini memengaruhi kesehatan.

Baca JugaCek Lagi, Ada Pencairan Dana BSU 2022 Tahap 2 Rp 600.000Larissa Chou Dikabarkan akan Dinikahi Rio Haryanto

Peningkatan temperatur udara dapat berdampak bagi kesehatan seperti dehidrasi, iritasi kulit, sistem imun menurun, hingga bisa memicu risiko kerusakan pada otak dan jantung. Perubahan cuaca menjadi lebih panas juga disinyalir memengaruhi perilaku manusia.

Untuk mencegah gangguan kesehatan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi fenomena kulminasi matahari ini, antara lain:

  1. Pastikan sudah mengoleskan tubuh dan wajah dengan tabir surya dengan kandungan SPF minimal adalah 30. Selain itu, pastikan kamu mengoleskan secara berkala untuk perlindungan yang maksimal, terlebih bagi anda yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
  2. Makan makanan yang kaya kandungan air dan cukupi konsumsi air dengan minum minimal 8 gelas per hari.
  3. Apabila tidak terlalu mendesak, usahakan untuk tidak keluar rumah saat siang hari. Jika hal ini terpaksa dilakukan maka gunakan pelindung tambahan seperti topi dan kacamata hitam untuk melindungi tubuh anda dari efek negatif sinar matahari.
  4. Pantau terus informasi yang disajikan oleh BMKG. (*)
ADVERTISING
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rekomendasi untuk Anda

Berita Lainnya