Kebijakan Baru YouTube, Pengguna Bisa Pasang Iklan Tanpa Bayar ke Konten Kreator

Kebijakan Baru YouTube, Pengguna Bisa Pasang Iklan Tanpa Bayar ke Konten Kreator
YouTube
0 Komentar

JAKARTA – YouTube dikabarkan akan memasang iklan pada pengguna yang belum memenuhi syarat dalam YouTube Partner Program (YPP) tanpa berbagi pendapatan pada mereka.

Nantinya, iklan akan dipasang pada video-video dengan penonton yang sedikit. Selama ini, Youtube berbagi pemasukan iklan dengan pembuat konten yang masuk dalam program YPP saja. Sementara video yang tidak masuk dalam program itu tidak akan dipasangkan iklan.

Diwartakan Android Police, Minggu, 22 November, untuk menjadi partner Youtube, sebuah channel sedikitnya harus memiliki seribu subscriber dengan akumulasi waktu menonton hingga empat ribu jam dalam 12 bulan.

Baca Juga:Inilah 5 Pantai Rekomendasi Susi PudjiastutiAplikasi Instagram Hadirkan Fitur Tab Baru Reels dan Shop

Maka dari itu, saat ini semua video yang diunggah di YouTube akan menayangkan iklan. Meski pengguna hanya menggunggah video hanya untuk orang-orang terdekat. Kemungkinan video itu tetap disematkan iklan.

Namun, YouTube juga memiliki peraturan dengan tidak menampilkan iklan pada konten yang menggunakan bahasa tidak pantas, mengandung ujaran kebencian, materi dewasa dan lainnya. Iklan tersebut hanya muncul pada video yang memenuhi panduan ramah iklan. YouTube akan menggunakan Machine Learning dan kurator manusia untuk memastikan iklan tersebut terdistribusi pada konten yang benar.

“Jika Anda tidak masuk dalam YPP, Anda tidak akan mendapat bagian pendapatan iklan. Anda masih bisa mengajukan YPP jika memenuhi syarat,” ungkap YouTube.

Platform berlogo merah itu juga tidak akan menampilkan iklan di channel yang sudah dihapus dari program partner, karena dipastikan konten mereka telah menyalahi aturan. Perubahan ini akan dilakukan secara bertahap ke pengguna di berbagai negara hingga pertengahan 2021. Sebagai informasi, ketentuan ini dibuat setelah Youtube mencatatkan pendapatan kuartal tiga yang naik 32 persen dari tahun lalu sebesar Rp71,5 triliun. (*)

0 Komentar