970x250

Longsor Sumedang: Temukan Kembali 3 Korban Meninggal Dunia, BNPB: 12 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Er5UTgTUcAAhrvB
Tim SAR proses evakuasi dan pencarian korban longsor di Sumedang (dok. BNPB)

JAKARTA- Tim SAR (Search and Rescue) gabungan kembali menemukan tiga korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat. Setidaknya 28 korban telah ditemukan dan 12 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Baca:

Inilah Laporan Badan Geologi Soal Gerakan Tanah Cimanggung, Sumedang

Pakar ITB Ingatkan Potensi Bahaya Longsor Susulan di Sumedang

PVMBG Ungkap Penyebab Longsor Sumedang, Adanya Pelapukan Sejumlah Jenis Bebatuan

“Pencarian korban terkendala dengan cuaca hujan dan perlu diwaspadai longsor susulan, karena seperti yang diinformasikan Badan Geologi, masih ada retakan di beberapa titik lokasi longsor,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan resminya, Minggu, 17 Januari.

Hingga hari kedelapan proses pencarian korban longsor itu, masih ada sebanyak 12 orang yang masih dalam pencarian atau dinyatakan hilang. Namun data orang yang dicari itu pun berubah-ubah sesuai dengan aduan masyarakat.

Dalam upaya mengevakuasi para korban, tim gabungan menggunakan empat alat berat. Data sementara sebanyak 1.020 jiwa mengungsi terbagi di pos pengungsian Lapangan Taman Burung dan rumah kerabat yang aman dari potensi longsor.

Adapun sejauh ini sudah ada sebanyak 985 jiwa dari 279 kepala keluarga yang diungsikan sebagai langkah mitigasi bencana susulan. Longsor yang sejauh ini tercatat telah menewaskan puluhan korban jiwa, pada Sabtu 16 Januari.

Pada saat itu kawasan Cimanggung dan sekitarnya memang tengah dilanda hujan. Kemudian longsor susulan kembali terjadi pada sekitar pukul 19.30 WIB. Akibatnya, sejumlah orang dan aparat yang bertugas ikut tertimbun longsoran kedua itu. (*)