SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BerandaBeritaMenakjubkan, Fenomena Embun Upas Muncul di Dataran Tinggi Dieng

Menakjubkan, Fenomena Embun Upas Muncul di Dataran Tinggi Dieng

Fenomena Embun Upas Muncul di Dataran Tinggi Dieng
Fenomena Embun Upas Muncul di Dataran Tinggi Dieng

Fenomena embun beku atau yang dikenal dengan sebutan embun upas mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, seiring dengan adanya penurunan suhu udara di wilayah itu.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Alif Faozi, mengatakan fenomena embun upas itu mulai terlihat pada hari Kamis (30/6) dini hari di sekitar kompleks Candi Arjuna.

“Awalnya saya kira kemunculan embun upas akan mundur karena beberapa hari kemarin masih sering turun hujan, tapi ternyata dini hari tadi embun upasnya mulai muncul meskipun masih tipis,” ujar Alif di Banjarnegara.

Baca JugaUsai Bertengkar di Medsos, Gus Samsudin Akhirnya Laporkan Marcel Si Pesulap MerahPersib Bandung Kalah, Robert Alberts Pasrah

Menurut dia, kemunculan embun upas biasanya akan sering terjadi dan makin tebal saat puncak musim kemarau, terutama ketika suhu udara terasa sangat dingin.

Namun, Alif mengaku tak sempat mengukur suhu udara di Dieng saat embun upas itu muncul pada dini hari tadi.

Baca JugaAji Firmanto Seleb TikTok CBR Malang Meninggal Dunia karena Kecelakaan TunggalPengabdi Setan 2: Communion Tayang Besok, Joko Anwar: Seram tapi Menghibur

“Namun sepertinya belum sampai minus 1,5 derajat celcius hingga minus dua derajat Celcius seperti yang muncul dalam pemberitaan. Mungkin iya kalau mengukurnya berdekatan dengan embun upas, tapi kalau agak tinggi mungkin hasilnya akan berbeda,” ucapnya.

Dia mencontohkan ketika termometer diletakkan di depan pintu lemari es yang terbuka, hasil pengukuran suhunya akan berbeda dengan saat termometer dimasukkan ke lemari es.

Alif mengatakan suhu udara di Dieng pernah terasa sangat dingin dan saat itu dikabarkan mencapai minus 12 derajat celcius berdasarkan pengukuran di bawah atau dekat dengan embun yang membeku.

Baca JugaHarga BBM Shell Turun, Harga Pertamax malah Naik, Mulai 3 Agustus 2022Hasil Liga 1: Persebaya vs Persita 2-0: Rizky Ridho Bermain Gemilang

“Kalau enggak salah tahun 2019,” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan tanaman kentang di Dieng banyak yang mati setelah terkena embun upas yang cukup tebal.

“Kenapa disebut embun upas? Itu sebetulnya karena tumbuhannya mati setelah udara begitu dingin dan embunnya membeku, sehingga ketika terkena Matahari tanaman tersebut jadi menghitam seperti terkena racun,” katanya.

Padahal, kata dia, embun tersebut tidak mengandung upas atau racun. Namun, karena masyarakat melihat tanaman menghitam seperti terkena racun, sehingga fenomena itu disebut dengan embun upas.

Baca JugaMedia Vietnam Sorot Pemain Timnas Indonesia U-16 yang Menangis Usai Kalahkan Vietnam di Piala AFF U-16 2022Samaritan, Film Superhero Dibintangi Sylvester Stallone

Alif menuturkan fenomena embun upas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng seolah berselimutkan salju.

Sementara itu, salah seorang pramuwisata, Untung, mengakui fenomena embun upas biasa muncul saat musim kemarau di Dieng.

“Ini yang pertama muncul di awal musim kemarau. Kemarin sempat terasa dingin, tapi tidak sampai muncul embun upas,” kata Untung.

Baca JugaAji Firmanto Seleb TikTok CBR Malang Meninggal Dunia karena Kecelakaan TunggalBeredar Foto Alfeandra Dewangga Selingkuh, Vivi Novika Bongkar Sosok Selingkuhan

Ia berusaha mengabadikan fenomena embun upas tersebut dalam sejumlah foto. Namun, dia juga mengatakan tidak sempat mengukur suhu udara di Dieng saat embun upas itu muncul.

“Namun, dalam aplikasi disebutkan bahwa suhu udara mencapai minus satu derajat celcius,” ucapnya.

Tag:
ADVERTISING
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rekomendasi untuk Anda

Berita Lainnya