Pulihkan Tanah Tercemar, Dosen ITB Buat Teknologi Soil Washing

Pulihkan Tanah Tercemar, Dosen ITB Buat Teknologi Soil Washing
0 Komentar

“Jadi secara konseptual, kita hanya memindahkan dari tanah ke fluida lain, yaitu cairan. Mirip dengan mencuci baju, baju yang kotor kita rendam dan dicuci sehingga bersih, dan yang kotor adalah airnya,” singkatnya.

Dia menjelaskan, pada praktiknya, teknologi soil washing bukanlah teknologi yang berdiri sendiri. Akan tetapi juga terintegrasi dengan proses pencucian air (water wash) yang dipakai dalam pencucian tanah, sehingga bisa digunakan kembali.

“Mekanisme secara fisika disebut sebagai desorpsi, yaitu bagaimana melepaskan ikatan kontaminan dengan tanah supaya terkonversi dengan air, supaya nanti ketika sudah masuk ke air, pengolahannya jauh lebih mudah,” ujarnya.

Baca Juga:Satu Tahun GoPay Hadir di Festival Kuliner Cibadak, Transaksi Non-tunai Melonjak 4.000 Kali LipatWings Air Satu-satunya Layani Palangkaraya ke Solo

Adapun, jenis-jenis pencemaran yang bisa dibersihkan menggunakan soil washing adalah tanah yang tercemar minyak bumi, dan tanah tercemar logam berat. Itu semua merupakan masalah umum pencemaran tanah yang terjadi di Indonesia. Selain daripada itu, tanah-tanah yang kini tidak produktif karena tercemar seperti yang terjadi di daerah dekat industri tekstil, itu juga bisa dipulihkan menggunakan soil washing.

“Salah satu pertimbangan dari soil washing adalah portable. Jadi mudah diaplikasikan di lokasi langsung. Jadi kalau di satu lokasi perlu dilakukan remediasi, kita bisa dengan segera mengaplikasikannya,” ujarnya.

Namun, disampaikan Agus, biaya pemulihan tanah menggunakan teknologi soil washing memang tidaklah murah. Setidaknya diperlukan 100 – 200 USD per meter kubik (m3) untuk memulihkan tanah yang tercemar. Sementara teknologi bio-remediasi memang lebih murah yaitu 20-80 USD per m3-nya. “Memang dari segi biaya lebih mahal pendekatan soil washing, tapi kembali ujung-ujungnya efisiensi waktu,” katanya.

“Riset tersebut merupakan riset terapan. Kami tetap berharap ada pihak yang bekerja sama dalam mengaplikasikan teknologi ini. Karena kalau yang menjadi pertimbangannya adalah waktu, maka soil washing ini adalah alternatifnya,” tambahnya. (rls)

Laman:

1 2
Tag:  
0 Komentar