Surat Kabar The Tennessean Tayangkan Iklan Mengerikan, Sebut Islam Akan Ledakkan Bom Nuklir di Nashville

Surat Kabar The Tennessean Tayangkan Iklan Mengerikan, Sebut Islam Akan Ledakkan Bom Nuklir di Nashville
PENAMPAKAN iklan di The Tennessean yang mengklaim Islam akan meledekkan bom di Nashville bulan depan.
0 Komentar

JAKARTA-Surat kabar di Amerika Serikat, The Tennessean, menanyangkan sebuah iklan yang disebut mengerikan. Pihaknya tengah memeriksa terkait iklan tersebut mengapa bisa tayang.

Pada edisi cetak Minggu 21 Juni 2020, terlihat satu iklan yang mengklaim bahwa Islam berencana untuk meledakkan bom nuklir di Nashville pada bulan depan.

Iklan berbayar yang muncul dalam edisi Tennessean dari grup Future For America mengklaim bahwa Donald Trump adalah Presiden AS terakhir dan juga menampilkan foto Donald Trump, Paus Francis, serta bendera AS yang dilalap api.

Baca Juga:John Kei Sudah Rencanakan Pembunuhan, Terungkap Lewat PonselBPNT Diprotes Warga, Bantuan Beras di Bone Berkutu

Dilansir NBC News oleh beritaradar.com, Selasa 23 Juni 2020, salah satu pemilik surat kabar The Tennessean Kevin Gentzel mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana bisa iklan tersebut dipublikasikan.

“Kami mengutuk keras pesan itu dan meminta maaf kepada para pembaca kami,” kata Kevin Gentzel.

Editor surat kabar itu yakni Michael Anastasi mengatakan bahwa sangat jelas adanya gangguan dalam bagaimana iklan tersebut dapat dipublikasikan.

“Iklan itu mengerikan dan sama sekali tidak dapat dipertahankan dalam segala keadaan. Itu salah, titik. Seharusnya tidak pernah dipublikasikan,” ucap Michael Anastasi.

Sejak iklan tersebut tersebar luas, jurnalis dan kelompok advokasi mengutuk keras hal tersebut. Seorang wartawan The Tennessean Statehouse, Natalie Elison mengatakan dia sakit setelah melihat pesan dari pembaca untuk memutuskan berlangganan surat kabar itu.

“Aku frustasi, aku tidak bisa menemukan lebih banyak karena cuti,” ujarnya.

Tim penjualan surat kabar pada Minggu 21 Juni 2020 memerintahkan iklan tersebut untuk ditarik dari edisi mendatang.

Baca Juga:Pasal Dendam John KeiLuhut: Suka Tidak Suka, China Kontrol Ekonomi Dunia

Sementara Yasmin Taeb, seorang pengacara dari kelompok advokasi Demokrat Demand Progress megatakan surat kabar itu perlu lebih memahami bagaimana iklan semacam itu dapat berjalan di negara bagian dengan signifikasi jumlah kejahatan rasial.

“Menerbitkan iklan yang mengerikan dan penuh kebencian hanya akan menyebabkan kebencian lebih lanjut dan juga dapat menghasut kekerasan terhadap Muslim,” ujar Yasmin Taeb.

Kecaman yang dilontarkan kepada The Tennessean pun datang dari para pengguna media sosial, salah satunya pengguna di Twitter.

“Kami terkejut bahwa The Tennessean mengizinkan iklan satu halam penuh yang memicu ketakutan dan kebencian terhadap komunitas Muslim untuk dimuat. Retorika ini berbahaya dan merupakan penghinaan,” kata Coalition Immigrant & Refugee Rights Coalition.

0 Komentar