Ad 970x250

Taiwan Pertanyakan Vaksin China, Vaksin Covid-19 Sinovac China Tiba di Indonesia

13723

JAKARTA-Sebanyak 1.2 juta dosis vaksin Covid-19 mendarat di Indonesia pada Minggu (6/12/2020), sekitar pukul 21.00 WIB malam tadi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, selain itu pemerintah masih mengupayakan penambahan pada awal Januari dengan 1.8 juta dosis.

“Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020 yang lalu. Kita juga masih mengupayakan 1.8 juta dosis vaksin yang akan tiba di awal Januari 2021,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (6/12/2020).

Selain vaksin dalam bentuk jadi, kata Presiden, dalam bulan ini juga akan tiba di Tanah Air dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses lebih lanjut oleh PT Bio Farma (Persero).

Pemerintah Indonesia memang diketahui sudah memastikan vaksin Covid-19 asal Sinovac untuk Indonesia terjamin aman. 

Selain memenuhi kaidah medis yang ditetapkan World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Sinovac juga merupakan vaksin temuan pada 1970-an lalu.

“Kalau ditanya mengenai Covid-19 jenis penyakit baru? Setuju, tetapi metode temuan vaksin (Sinovac) yang sedang dijalankan itu, dan sekarang juga pemerintah ambil savety-nya, di mana ini temuan dari tahun 70-an, bukan sesuatu temuan yang baru. Ini sudah berjalan dari 70-an,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dalam Konferensi pers secara virtual, Jakarta, tengah November lalu.

Sementara Indonesia tengah serius mendatangkan vaksin Covid-19 dari China, Negara Taiwan justru menyatakan tidak akan membeli vaksin virus corona dari China karena masalah keamanan dan peraturan.

Dikutip dari Taiwan not buying China-made COVID-19 vaccines over safety concerns, Senin (7/12/2020), otoritas kesehatan Taiwan melalui Kepala Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC), Chen Shih-Chung,membantah tuduhan bahwa Taiwan menempatkan ideologi di atas kesehatan masyarakat dengan tidak mencari vaksin China.

Mengutip pembatasan perdagangan lintas selat, Chen mencatat Taiwan belum membeli vaksin dan turunan plasma dari China karena alasan kualitas vaksin China yang masih dipertanyakan.

Selain itu proses produksinya, yang menjadi sumber masalah keamanan.

Chou Jih-haw, gugus tugas virus corona menambahkan, China memiliki sejarah inokulasi yang terkenal yang berasal dari manajemen dan administrasi vaksin yang salah. 

Skandal terkait telah muncul di China selama bertahun-tahun, termasuk penggunaan vaksin polio yang kadaluarsa pada 2019, yang menyebabkan efek samping, dan mengenai vaksin hepatitis B pada 2013, yang dikaitkan dengan serangkaian kematian.

Bulan lalu, CECC mengumumkan urutan prioritas bagi orang yang akan diinokulasi dan mengatakan imunisasi dapat dimulai paling cepat pada kuartal kedua 2021. Taiwan telah mengamankan sekitar 15 juta dosis vaksin, kata CECC pekan lalu.

Pejabat China menyebut, pekan lalu bahwa negara itu akan memproduksi 600 juta dosis pada akhir tahun ini. 

Inisiatif ini didukung oleh empat pengembang di industri farmasi, termasuk Sinopharm, Sinovac, CanSino, dan Anhui Zhifei Longcom Biologic Pharmacy Co.

Diketahui, dengan menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER, Garuda Indonesia, vaksin virus SARS-CoV-2 untuk wabah Covid-19, telah tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 21.33 WIB. (*)