Ad 970x250

Temuan Drone di Selayar, KSAL: Seaglider Digunakan Dunia Industri, Survei atau Militer

Jepretan Layar 2021 01 04 pukul 10.56.55
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono jumpa pers di Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, di Jakarta, Senin (4/1/2021). (YouTube KompasTV)

JAKARTA- Seorang nelayan Saeruddin (60) yang sedang memancing di perairan Selayar. Benda itu memiliki berat sekitar 175 kilogram dan panjang sekitar 225 sentimeter (cm).

Pria asal Desa Majapahit, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan menemukan benda asing yang diduga sebuah drone laut milik China. Benda asing itu ditemukan di laut Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.

Baca:

Drone Bawah Air Diduga Milik China Terjaring Nelayan, Indonesia Dimata-matai?

Duduk Perkara Temuan Drone Mata-Mata Diduga Milik Tiongkok di Perairan Indonesia

Misi Tiongkok: Antara Data 2.100 WNI dan Drone Mata-Mata di Perairan Indonesia

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono memastikan drone yang ditemukan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan seaglider. Alat tersebut bisa menyelam di lautan dan mampu mengumpulkan data oseanografi.

“Alat ini seaglider. Banyak digunakan untuk keperluan survei atau untuk mencari data oseanografi di laut, di bawah lautan,” kata Yudo dalam jumpa pers di Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, di Jakarta, Senin (4/1).

Menurut Yudo, seaglider memang bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Mulai dari kepentingan industri, survei, ataupun kepentingan militer karena kemampuannya dalam memetakan kondisi tertentu.

“Alat ini bisa digunakan untuk industri maupun digunakan untuk pertahanan. Tergantung siapa yang memakai,” ujar Yudo.

Alat yang sama juga disebut-sebut biasa digunakan negara tertentu untuk industri pertambangan. Biasanya digunakan untuk keperluan pengeboran minyak atau lainnya. Di bidang industri perikanan juga bisa menggunakan alat tersebut untuk mencari ikan.

Kemampuan alat itu jika digunakan untuk kepentingan militer biasanya digunakan untuk memetakan kondisi tertentu yang nantinya menghasilkan data-data khusus. Alat juga bisa bertujuan untuk melakukan survei kondisi geografis.