Ad 970x250

Puting Beliung Panguragan dan Lemah Tamba: Proses, Ciri-ciri, Dampak dan Cara Mengatasinya

Puting beliung terlihat dari Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Foto: Tangkapan layar video.
Puting beliung terlihat dari Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Foto: Tangkapan layar video.

BEREDAR video angin puting beliung kembali muncul di Kabupaten Cirebon. Kali ini diperkirakan terjadi di Desa Panguragan dan Lemahtamba, hari ini Senin, 4, Januari 2021.

Dari video yang dibagikan di Grup Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon dilansir radarcirebon.com disebutkan bahwa angin puting beliung terekam dari Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan.

Baca:

Tornado Berskala Kecil Landa Slangit, Apa Itu Angin Puting Beliung?

Puting Beliung Slangit, Kenali 7 Tanda Datangnya di Musim Pancaroba

Puting beliung yang banyak orang kenal juga dengan angin lesus merupakan salah satu kejadian alam yang berbahaya. Angin ini bergerak secara lurus dan biasanya berlalu setelah maksimal 5 menit. Angin puting beliung sering terjadi ketika siang hari dan sore hari di musim pancaroba.

Angin puting beliung dianggap sebagai salah satu jenis angin yang berbahaya karena  dapat menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Hal ini dikarenakan benda-benda yang terbawa oleh angin puting beliung dapat terangkat dan terlempar begitu saja.

Baca: BMKG Ungkap Adanya Dinamika Atmosfer Tidak Stabil di Sejumlah Wilayah Indonesia

Hingga saat ini telah banyak diberitakan bencana angin puting beliung di banyak tempat. Angin puting beliung yang cukup besar bahkan sampai merusak rumah-rumah warga, pohon, alat transportasi sehingga tidak heran jika berlalunya angin ini dapat membuat banyak kerusakan sekaligus menimbulkan kerugian yang tidaklah sedikit.

Hampir semua tempat yang ada di Indonesia, rawan dengan terhadap bencana angin yang satu ini. Namun meski begitu ada beberapa tempat yang nyatanya lebih sering diserang oleh angin puting beliung jika dibandingkan dnegan tempat yang lain. Hal ini sering terjadi pada Nusa Tenggara, Sumatera serta Sulawesi.

Bahkan pulau Jawa juga termasuk pada tempat yang sering diserang oleh jenis angin ini. Terutama di wilayah Jawa Barat maka angin puting beliung biasa terjadi di Cirebon, Banjar, Ciamis, Garut dan Tasik. Selain itu angin ini juga seing terjadi di Sukabumi serta pada daerah Sumedang.

Mengingat daerah manapun bisa terkena angin jenis ini, maka ada baiknya jika anda selalu waspada dan mengenali secara jelas bagaimana puting beliung bisa terjadi selian itu anda juga diharuskan mengetahui apa-apa saja yang bisa anda lakukan untuk menyelamatkan diri ketika bencana angin puting beliung tengah berlangsung.

Proses Terjadinya Angin Puting Beliung

Dilansir berita.radarcirebon.com dari laman ilmu geografi, angin puting beliung biasa terjadi padamusim pancaroba di kala siang ataupun sore hari. Fase terjadinya puting beliung memiliki kaitan yang erat dengan fase tumbuh awan cumulonimbus. Adapun fase terjadinya puting beliung yaitu:

  1. Fase tumbuh – Di dalam awan terjadi arus udara yang naik ke atas dengan tekanan yang cukup kuat. Pada saat ini proses terjadinya hujan belum turun karena titik-titik air serta kristal es masih tertahan oleh arus udara yang bergerak naik menuju puncak awan.
  2. Fase dewasa atau masak – Dalam fase ini, titik-titik air yang tidak lagi tertahan oleh udara akan naik menuju puncak awan. Hujan kemudian akan turun dan menimbulkan gaya gesek antara arus udara yang naik dan yang turun. Pada fase ini, temperatur massa udara yang turun memiliki suhu yang lebih dingin dibandingkan dengan udara disekelilingnya. Pada arus udara yang naik ataupun turun dapat timbul arus geser yang memuntir lalu membentuk pusaran. Arus udara yang berputar semakin lama semakin cepat akan membentuk sebuah siklon yang “menjilat” bumi atau yang disebut pula dengan angin puting beliung.  Angin puting beliung, dapat disertai dengan hujan yang deras dan membentuk pancaran air.
  3. Fase punah – Dalam masa punah, tidak ada massa udara yang naik namun massa udara akan meluas di seluruh awan. Pada akhirnya proses terjadinya awan mengalami kondensasi akan berhenti dan udara turun melemah sehingga pertumbuhan awan akan berakhir.

Ciri-Ciri Angin Puting Beliung

Kondisi akan terjadinya puting beliung sebenarnya bisa diketahui kalau anda teliti. Hal ini bisa dirasakan ketika anda merasakan cuaca panas yang tidak seperti hari-hari biasa. Cuaca panas tersebut secara tiba-tiba digantikan oleh hujan yang lebat dan kemungkinan disertai dengan puting beliung. Adapun gejala awal puting beliung yang perlu anda tahu untuk menambah kewaspadaan anda adalah:

  • Udara yang terasa panas hingga menyebabkan gerah
  • Di langit ada pertumbuhan awan atau awan putih yang membentuk gerombolan berlapis-lapis
  • Di antara banyaknya awan kumulus tersebut, ada salah satu jenis jenis awan yang memiliki batas tepi dengan warna abu-abu yang sangat jelas. Awan tersebut tampak menjulang tinggi yang jika dilihat akan berbentuk mirip dengan bunga kol
  • Awan berubah warna secara tiba-tiba dari warna putih menjadi warna hitam pekat layaknya awan cumulonimbus
  • Ketika angin kencang akan datang, ranting pohon serta daun bergoyang tertiup angin
  • masyarakat harus selalu waspada terutama pada periode durasi Pembentukan awan hingga fase awan punah. Hal ini biasanya berlangsung sekitar 1 jam.