Ad 970x250

Ada Pedagang Ayam dan Kentang Goreng Buka Tenda di Rusuh Capitol Hill, Warganet asal Indonesia: Just Like in Indonesia

Foto Twitter @NorbertElekes
Foto Twitter @NorbertElekes

WASHINGTON DC-Ratusan pendukung Presiden Donald Trump pada Rabu (6/1) waktu setempat, menyerbu gedung Kongres Amerika Serikat, Capitol. Mereka berupaya membatalkan kekalahan Trump pada Pilpres 2020.

Dilansir Reuters, ratusan pendukung Presiden Donald Trump itu masuk Capitol dengan memaksa Kongres menunda sidang yang akan mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Mengetahui itu, dengan senjata dan gas air mata, aparat kepolisian mengevakuasi para anggota dan berusaha melakukan penyisiran di Gedung Capital terhadap para pendukung Trump, yang bermunculan di aula Kongres dalam peristiwa mengejutkan yang disiarkan ke seluruh dunia.

Namun di samping kekerasan yang terjadi di Capitol itu, sebuah cuitan dari pengabar peristiwa di Amerika Serikat, Norbert Elekes lewat akun Twitter @NorbertElekes, mengunggah hal yang menuai banyak tanggapan dari warganet Indonesia.

Ia mengunggah tangkapan layar dari sebuah video yang menyiarkan penyerbuan massa pro Donald Trump ke Capitol. Uniknya, ada pedagang ayam dan kentang goreng yang membuka tenda saat itu. “Seseorang mulai menjual ayam dan kentang goreng selama protes di US Capitol,” cuit akun Twitter @NorbertElekes belum lama ini.

Berselang beberapa jam, ribuan retweet dan interaksi terjadi di unggahannya itu. Banyak orang yang menyangkutpautkan bahwa kejadian itu mirip di Indonesia, apalagi sewaktu terjadi teror di Sarinah, Jakarta.

Seperti akun @medicalsherry. Ia menulis bahwa saat Sarinah sedang memanas usai terjadi teror di sana, ada pedagang manisan yang memberanikan diri di sekitar Sarinah.

“Oh ayolah, saat terjadi bom Sarinah Jakarta tahun 2016, tentara malah membeli jajanan dari pedagang lokal sebelum menjatuhkan teroris.

Selain itu, ada juga cuitan dari akun @millionkwd. Ia mengunggah gambar pedagang kacang dan pedagang kopi seduh keliling (starling) yang jualannya dibeli polisi. “Seperti di Indonesia, mereka tetap berjualan saat serangan teroris,” terangnya.

Sejauh ini belum diketahui apakah memang benar seorang pedagang ayam dan kentang goreng sedang berjualan saat terjadi kericuhan di Capitol. Bisa saja pedagangnya tidak di tempat saat kejadian, sementara tendanya dibiarkan terbuka. (*)