Ad 970x250

Hilang Kontak dan Jatuh, Inilah Pernyataan Resmi Sriwijaya Air SJ182

Jepretan Layar 2021 01 09 pukul 23.26.00

JAKARTA – PT Sriwijaya Air Group mengeluarkan pernyataan resmi terkait informasi penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 yang dikabarkan hilang di sekitar Kepulauan Seribu hari ini, Sabtu, 9 Januari.

Melalui pesan tertulis, Corporate Communication Sriwijaya Air mengatakan mereka mengonfirmasikan bahwa penerbangan SJ-182 rute Jakarta menuju Pontianak telah hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

“Sampai saat ini kami terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan menyediakan seluruh dukungan yang dibutuhkan,” sebut rilis Sriwijaya, Sabtu malam.

Lebih lanjut, maskapai nasional ini juga membeberkan infomasi terkait manifest pesawat yang diketahui tinggal landas (take off) pada pukul 14.36 WIB tersebut.

“Adapun rincian penumpang dalam penerbangan SJ-182 adalah 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak kami sebagai penumpang,” ungkap Sriwijaya Air.

Guna mengakomodiasi kebutuhan informasi keluarga penumpang, pihak airlines membuka hotline di nomor 021 – 8063 7816 dan 021 – 8063 7817.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sempat menyebut pusat informasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bagi keluarga penumpang  berada di Posko Terminal 2D Kedatangan Bandara Soetta.

“Doa kami iringkan bagi seluruh penumpang dan awak pesawat kami serta keluarga,” sebut Sriwijaya dalam rilisnya.

Untuk diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB. Pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, Pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya. (*)