Sambil Terisak Menangis di Bandara Supadio, Yaman Zai Tangisi Istri dan Tiga Anaknya di Sriwijaya Air SJ182

Sambil Terisak Menangis di Bandara Supadio, Yaman Zai Tangisi Istri dan Tiga Anaknya di Sriwijaya Air SJ182
Yaman Zai (NET)
0 Komentar

PONTIANAK-Salah seorang keluarga (suami) korban, Yaman Zai mengaku, kehilangan istri dan tiga anaknya dalam musibah jatuhnya pesawat dari maskapai Sriwijaya Air SJ 182 Jakarta–Pontianak. Pesawat tersebut dikabarkan lost contact Sabtu (9/1).

https://twitter.com/infonusantara_/status/1347928446886768640?s=20

”Saya datang ke Bandara Supadio Pontianak mau jemput istri dan tiga anak saya,” kata Yaman Zai seperti dilansir dari Antara sambil menangis di Sungai Raya.

Dia menjelaskan, istri dan anaknya hendak menjenguknya, karena sudah setahun bekerja di Pontianak. ”Saya terakhir kontak melalui handphone sebelum keluarga masuk pesawat yang hingga kini belum dapat informasi,” ujar Yaman.

Baca Juga:Hilang Kontak dan Jatuh, Inilah Pernyataan Resmi Sriwijaya Air SJ182Menit-menit, Misteri Sinyal Darurat Sriwijaya Air SJ182

Sementara itu, seorang aparatur sipil negara (ASN) Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) Riski Wahyudi bersama keluarganya dikabarkan ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta–Pontianak. Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Pengelola Tanagupa Wilayah 1 Sukadana, Bambang Hari Trimarsito.

Menurut dia, Riski terbang bersama keluarganya dari Jakarta tujuan Pontianak. ”Iya benar. Kami juga sedang menunggu informasi lebih lanjut, dia membawa anak dan istrinya,” jelas Bambang.

Selain Rizki, juga istri, anaknya yang masih berusia tiga bulan, ibu, dan keponakannya ikut dalam penerbangan tersebut.

Riski sehari-hari bekerja sebagai fungsional di kantor TNGP di Kota Ketapang. Riski berperan penting dalam menunjang kegiatan -kegiatan besar di TNGP.

”Beliau sangat diandalkan di kantor TNGP, membantu setiap kegiatan dan pekerjaan sehari-hari,” terang Bambang.

Riski juga dikenal baik dan ramah di kantor dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. ”Semoga ada kabar baik Riski dan keluarga, kita sama-sama berdoa dan berharap yang terbaik untuk beliau,” kata Bambang.

Sebelumnya, telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta–Pontianak dengan call sign SJY 182. ”Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto kepada Antara di Jakarta, Sabtu (9/1).

Baca Juga:Direktur Utama Sriwijaya Air: Kondisi Pesawat Sehat, Maintanance LancarBasarnas: ELT Milik Sriwijaya SJY182 Tidak Memancarkan Radar

Novie mengatakan saat ini tengah dalam investigasi berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

0 Komentar