Ad 970x250

Presiden Jokowi Disuntik Vaksin, Live Streaming di Link Ini

373089ED E966 44D9 AB09 0781FEA058B3
Jokowi tegaskan pentingnya kesetaraan akses vaksin COVID-19 di Sidang PBB (Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan menjalani vaksinasi COVID-19 pada hari ini, Rabu, 13 Januari. Proses vaksinasi rencananya akan dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB.

Proses penyuntikan vaksin COVID-19 Presiden Jokowi akan disiarkan secara langsung melalui live streaming yang disiarkan di akun Sekretariat Presiden.

“Vaksinasi perdana jam 8.55 WIB. Live streaming di youtube Setpres,” kata rilis dari Kantor Staf Presiden, Rabu, 13 Januari.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac.

Baca: Hasil Uji Klinis Vaksin Coronavac Tunjukan Kemampuan Antibodi, BPOM Berikan Izin Penggunaan dalam Kondisi Darurat

Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan, dengan dikeluarkannya izin darurat penggunaan, vaksin Sinovac telah mendapat izin untuk digunakan dalam program vaksinasi.

“Badan POM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi, emergency use authorization untuk vaksin COVID-19 yang pertama kali kepada vaksin Corona vax produksi Sinovac Biotech Incorporated yang bekerja sama dengan PT Bio Farma,” katanya, dalam konferensi pers daring, Senin, 11 Januari.

Penny mengatakan, izin penggunaan darurat ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaskin yang dilakukan di Bandung. Selain itu, BPOM juga mengkaji hasil uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Turki dan Brasil.

Hasil uji klinis fase ketiga di Indonesia menunjukan tingkat efikasi vaksin Sinovac mencapai 65,3 persen. Adapun hasil uji klinis di Turki menunjukkan tingkat kemanjuran CoronaVac mencapai 91 persen dan 78 persen di Brasil.

Menurut Penny, hasil uji klinis di Indonesia ini, sudah sesuai persyaratan badan kesehatan dunia, WHO. “Hasil tersebut sudah sesuai persyaratan WHO, minimal efficacy adalah 50 persen,” tuturnya.

Sementara, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta agar seluruh umat beragama tidak ragu untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Sebab, kata dia, vaksinasi adalah upaya untuk melindungi satu sama lain dari ancaman COVID-19.

“Saya ingin meminta kepada seluruh umat beragama yang sesuai dengan kriteria dan syarat kesehatan yang ditentukan, agar jangan ragu mengikuti vaksinasi COVID-19 apabila nanti gilirannya sudah tiba,” katanya, usai menyambut kedatangan 15 juta bahan baku vaksin COVID-19, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 12 Januari.

Yaqut juga menegaskan, bahwa vaksin COVID-19 sudah memperoleh fatwa halal dan suci dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. 

“Artinya, vaksin ini boleh digunakan untuk seluruh umat Islam selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Yaqut menuturkan, vaksin merupakan upaya untuk melindungi satu sama lain, yang menjadi salah satu ajaran dalam semua agama. Sedangkan, program vaksinasi sendiri, kata Yaqut, adalah upaya pemerintah untuk melindungi warganya. 

“Semua agama tanpa terkecuali mengajarkan kita untuk saling melindungi satu di antara yang lain, dan vaksinasi ini bagian dari upaya untuk menjalankan ajaran agama tersebut,” jelasnya.

Namun, Yaqut menegaskan, vaksin bukanlah obat melainkan upaya pencegahan. Untuk itu, ia meminta semua pihak untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Vaksin ini, sekali lagi, bukan obat tapi upaya pencegahan. Karena itu, harus dilakukan secara simultan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang selama ini diberlakukan,” katanya. (*)