Ad 970x250

Ungkap Rencana ISIS Bangun Basis di Asia Tenggara di Filpina Selatan, Gatot Nurmantyo: Sangat Dekat dengan Poso dan Tarakan

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo

JAKARTA-Terorisme adalah ancaman yang paling nyata dan membahayakan rakyat Indonesia. Sejumlah kasus terorisme yang terjadi menjadi alarm dan bukti, semua elemen masyarakat wajib waspada. Sebuah fakta diungkap oleh Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, saat masih menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) empat tahun silam.

Baca:

Krisis Kemanusiaan Bayangi Jalur Ekspor Migas Azerbaijan

Terkait Jaringan Terorisme, Oknum Polwan Polda Malut Diamankan Densus 88

Mahathir Mohamad: Pembentukan Negara Israel Cikal Bakal Terorisme

Lewat pantauan berita.radarcirebon.com, dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Youtube resmi Universitas Padjadjaran (Unpad), 24 November 2016, Gatot memberikan sebuah pernyataan dalam kuliah umum. 

Salah satu ancaman yang sangat berbahaya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah terorisme. Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1982 ini menyatakan, Indonesia bisa jadi tempat berkumpulnya anggota teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau yang lebih dikenal dengan ISIS.

Pernyataan Gatot bukan tanpa alasan. Dalam pandangannya, Indonesia memperlakukan terorisme hanya dengan Undang-Undang pidana terorisme. Padahal menurutnya, para anggota teroris harus dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang kejahatan terhadap negara.

Tak segan, Gatot pun membandingkannya dengan pemerintah Singapura, yang menganggap terorisme adalah sebuah tindak kejahatan terhadap negara. Oleh sebab itu, pemerintah Singapura bisa menangkap seseorang yang disinyalir punya rencana untuk melakukan aksi terorisme.

“Terorisme di Indonesia mendapatkan tempat yang indah dan aman. Karena di Indonesia, diterapkan pidana terorisme. Berbuat dulu baru diadakan penyelidikan dan penyidikan,” ucap Gatot.

“Di Singapura tidak bisa hidup tenang, baru punya rencana bisa ditangkep, ditahan, enggak peduli. Karena kejahatan terhadap negara, membahayakan negara Singapura. Di Indonesia, pidana terorisme. Harusnya, kejahatan terhadap negara,” katanya.

Yang lebih mencengangkan, Gatot mengungkap bahwa ISIS akan menjadikan wilayah Filipina bagian selatan sebagai basisnya di Asia Tenggara. Perlu diketahui, wilayah itu sangat dekat dengan sejumlah daerah di Indonesia.

Sayangnya menurut Gatot, banyak pihak yang menganggap hal tersebut hanyalah hisapan jempol. Meski demikian, Gatot menganggap wajar respons tersebut. Menurut Gatot, ancaman terorisme sudah semakin dekat, dan berharap pihak-pihak yang merumuskan Undang-Undang terorisme paham betul dengan karakter ancaman ini.

“ISIS punya rencana menjadikan basis di Asia Tenggara di Filpina Selatan. Sangat dekat dengan Poso, sangat dekat dengan Tarakan. Saya menyampaikan ini satu setengah tahun lalu, dan tidak ada yang menanggapi, seolah biasa-biasa saja,” ujar Gatot melanjutkan.

“Ancaman sudah dekat, kita doakan mudah-mudahan yang sedang merumuskan undang-undang teoris punya pengetahuan yang luar biasa tentang teroris,” katanya. (*)