Ad 970x250

Banjir Kalimantan Selatan, Viral Selamatkan Bayi Gunakan Panci dan Baskom

memilukan korban banjir kalsel selamatkan bayi dengan panci dan baskom11 700
Banjir Kalimantan Selatan, Viral Selamatkan Bayi Gunakan Panci dan Baskom (Instagram @pakde.brengos)

JAKARTA-Bencana banjir masih melanda Provinsi Kalimantan Selatan hingga mengakibatkan 10 Kabupaten/Kota terendam sejak beberapa hari yang lalu.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor juga telah menetapkan peningkatan status dari siaga darurat menjadi status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021.

“Dengan dikeluarkannya surat pernyataan ini, kepada pihak-pihak terkait kebencanaan segera melakukan langkah-langkah nyata untuk penanggulangan bencana,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/1/2021).

Berdasarkan data bencana alam banjir Provinsi Kalimantan Selatan yang dihimpun oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kalsel, per 16 Desember 2021, sebanyak 46 kecamatan dari 10 Kabupaten/Kota terdampak banjir.

Dimana, secara total 37.323 KK dengan 134.654 jiwa menjadi korban bencana, sebanyak 33.007 jiwa mengungsi dan 16 orang dinyatakan meninggal dunia.

Dengan rincian, Kabupaten Hulu Sungai Tengah paling besar terdampak yaitu sebanyak 16.100 KK dengan 64.400 jiwa, diikuti Kabupaten Tanah Laut sebanyak 10.433 KK dengan 34.431 jiwa dan Kabupaten Banjar sebanyak 7.578 KK dengan 25.601 jiwa.

Selanjutnya, Kabupaten Balangan mencapai 1.264 KK dengan 4.244 jiwa, Kabupaten Barito Kuala sebanyak 524 KK dengan 1.696 jiwa, Kota Banjarbaru 531 KK dengan 1.677 jiwa, Kabupaten Tabalong 253 KK dengan 770 jiwa, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 387 KK dengan 834 jiwa, Kota Banjarmasin 158 KK dengan 716 jiwa dan Kabupaten Tapin sebanyak 95 KK dan 285 jiwa.

Selanjutnya, fasilitas dan infrastruktur yang terdampak banjir yaitu rumah terendam sebanyak 23.969 buah, 5 jembatan, 4 rumah ibadah, dan 10 sekolah.

Diskominfo Kalsel juga turut merinci kebutuhan korban bencana yaitu untuk sarana prasarana adalah tenda pengungsi, dapur umum, perahu karet bermesin, tandon, perlengkapan mandi, tikar, matras, alat penerangan, pakaian baru, popok bayi, pembalut wanita, hand sanitizer dan masker.

Adapun, kebutuhan makanan dan minuman antara lain beras, telur, mie instan, air mineral, makanan anak-anak dan susu bayi.

Di sisi lain, foto-foto yang viral di media sosial, terlihat para orang tua meletakkan bayi mereka di atas benda-benda yang dapat mengapung seperti baskom, kuali bahkan kulkas rusak yang sudah tidak terpakai. Demikian postingan yang diunggah oleh akun instagram @pakde.brengos,

https://www.instagram.com/p/CKFoWs3FFvT/?utm_source=ig_web_copy_link

Di dalam benda-benda tersebut para bayi diletakkan lalu dibawa oleh orang tua mereka menuju ke tempat yang lebih aman dengan menembus genangan air yang mencapai ketinggian hingga leher orang dewasa. (*)