Ad 970x250

Rekaman CCTV Korban Ditepuk Pundaknya Lalu Rp500 Juta Raib

th1 2021040903040029423
etik-detik saat korban di hipnotis komplotan penjahat di Pasar Kabanjahe (tangkapan layar)

BERITA-Seorang warga di Kabupaten Karo menjadi korban kejahatan modus hipnotis. Akibatnya uang dan perhiasan miliknya senilai Rp500 juta raib dibawa kabur. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/4/2021) di Pasar Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). 

https://www.facebook.com/yosephine.sembiring/posts/10219696875555860

Rekaman CCTV detik-detik peristiwa saat korban diperdaya pelaku diunggah oleh Yosephine Sembiring dan hingga hari ini sudah dibagikan sebanyak 333 kali dan mengundang komentar sebanyak 124 netizen.

Yosephine saat dikonfirmasi mengatakan jika yang menjadi korban perampokan modus hipnotis merupakan ibunya bernama Indra Haty br Sitepu (59).

“Ibu saya pergi ke Pasar Kabanjahe dengan menggunakan angkutan kota (angkot). Saat turun dari angkot dan membayar ongkos, ibu saya dihampiri seorang laki-laki yang mengenakan baju biru dan mengaku dari perusahaan Oil dan Gas di Singapore dan menepuk pundaknya,” kata Yosephine, Jumat (9/4/2021).

Dijelaskan Yosphine, setelah menepuk pundak ibunya, pelaku mengajaknya berbicara dengan mengaku hendak menukarkan uang asing miliknya untuk persembahan ke gereja. 

Selanjutnya, seorang perempuan menghampiri dan ikut dalam pembicaraan. Perempuan itu berpura-pura mengaku ingin ikut menyumbangkan uang untuk pembangunan gereja tersebut.

“Selanjutnya, ibu saya diajak oleh perempuan tersebut ke sebuah mobil untuk bertemu dengan seorang laki-laki yang mengaku sebagai manajer Bank BNI Kampung Dalam. Kemudian ibu saya naik ke mobil dan dibawa ke Bank BNI Kampung Dalam yang ada di depan kantor DPRD Karo,” ucapnya.

Kemudian mobil diparkirkan pelaku di luar gerbang Bank BNI. Selanjutnya, salah satu dari mereka masuk ke dalam bank untuk menukarkan uang tersebut dan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

“Perempuan juga ikut turun dari mobil, membuktikan bahwa dia juga sudah masuk ke BNI menukarkan uang dan terbukti Uang asing itu bisa jadi ratusan juta,” ucapnya.

Setelah itu, para pelaku mulai memperdaya korban dengan meminta korban mengeluarkan ATM miliknya. Namun saat itu korban tidak membawa kartu ATM.

Pelaku terus memperdaya korban, sehingga korban mengakui memiliki perhiasan emas yang disimpan di rumah. Dalam keadaan terperdaya, korban membawa pelaku ke rumah. Selanjutnya, korban menyerahkan uang tunai dan perhiasan emas yang diperkirakan nilainya mencapai Rp500 juta.

“Cincin yang dipakai juga dilepas secara paksa oleh pelaku dengan menggunakan sabun,” ucapnya.

Setelah menguras harta korban, pelaku kemudian kembali membawa pelaku ke Pusat Pasar Kabanjahe. Selanjutnya, pelaku menurunkan korban di kawasan Pusat Pasar Kabanjahe dan kemudian melarikan diri.

“Ibu saya sadar setelah kejadian berlangsung selama satu jam,” ucapnya.

Yosephine mengaku kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Tanah Karo. Dia berharap, petugas bisa mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelakunya.

“Kami berharap pelaku bisa ditangkap. Karena aksi kejahatan dengan modus seperti ini sudah berulang kali terjadi di Tanah Karo,” pungkasnya. (*)