Ad 970x250

Banyak Orang Kaya Jual Rumah Mewah Saat Pandemi

202107101133 main.cropped 1625891625
Ilustrasi (Foto: Dok. Antara)

BERITA-Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan penjualan rumah mewah di kawasan elite Pondok Indah dan Menteng, Jakarta mengalami peningkatan selama masa pandemi COVID-19. Hal tersebut membuat suplai rumah mewah di kawasan ibu kota kelebihan pasokan dan membuat harga jual menjadi turun.

Dalam catatannya, kenaikan jumlah suplai di area Menteng dan Pondok Indah sudah terjadi sejak semester II 2020. Memasuki periode 2021 terlihat masih terjadi kenaikan suplai namun tingkat kenaikannya tidak setinggi tahun sebelumnya.

“Penurunan harga hunian di kedua daerah tersebut muncul seiring dengan kenaikan suplai sejak tahun lalu. Tingkat penurunan harga sempat berkurang, bahkan bertahan di penghujung 2020 namun kembali turun pada kuartal I 2021,” ujarnya dalam keterangan pers seperti yang dikutip pada Sabtu, 10 Juli.

Marine menambahkan bahwa bila disimpulkan, semakin banyak pemilik rumah memang ingin menjual rumah di kedua daerah tersebut namun sampai sekarang banyak yang belum terjual sehingga harga rumah pun terus mengalami penurunan. 

Lebih lanjut, menurut data Indonesia Property Market Index selama kuartal II 2021 harga rumah di sejumlah wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan yang merata di kisaran 0,44 persen.

“Penurunan harga perumahan mewah memang telah terjadi, namun kemungkinan besar para pemilik masih mampu menahan sehingga tidak akan mengobral begitu saja,” tuturnya.

Di sisi lain, pencarian properti di kawasan Jabodetabek masih didominasi pencarian rumah tapak yakni sebesar 90 persen dengan lokasi pencarian paling populer adalah Jakarta Selatan (24 persen).

Kemudian, kisaran harga yang paling diminati berasal dari kisaran Rp300 Juta hingga Rp750 Juta (27 persen). Sementara jika diakumulasikan, mayoritas pencarian menginginkan hunian di bawah Rp1 miliar (56 persen).

“Bagi mereka yang mencari properti untuk berinvestasi, peluang tersebut sebenarnya lebih terlihat di daerah tengah kota dengan kisaran harga yang masih terjangkau misalnya Cempaka Putih, Jakarta Pusat dimana pergerakan suplai dan harganya lebih dinamis serta lebih mudah diamati. Selain itu harga permeternya masih lebih terjangkau, hampir sepertiga dari wilayah Menteng,” tutup Marine. (*)