970x250

Belum Dialiri Listrik, Dusun Ini Pilih Golput di Pilkada 2020

Screenshot 2020 12 09 1 WhatsApp 5
Suasana di TPS 01 Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya Kecamatan Emapang wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat yang melaksanakan aksi Golput pasa Pilkada serentak Tahun 2020. (FOTO Istimewa)

JAKARTA-Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta peristiwa seluruh warga Dusun Geruguk memutuskan tidak menyalurkan hak pilih dalam Pilkada Kapuas Hulu 2020 karena belum dialiri listrik, menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Pemkab Kapuas Hulu.

“Kejadian warga satu kampung di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, golput sebagai bentuk protes karena dusunnya belum dialiri listrik merupakan sebuah ironi yang harus jadi perhatian kita bersama,” ujar La Nyalla di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Peristiwa satu kampung golput tersebut terjadi di Dusun Geruguk, Desa Kumang Jaya, Kecamatan Empanang, Kapuas Hulu. KPU menyebut hanya 11 orang yang menyalurkan hak pilih di TPS Dusun Geruguk. Pemilih adalah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di daerah tersebut karena warga Dusun Geruguk memilih golput sebagai bentuk protes.

“Ini merupakan pesan yang harus segera diperhatikan oleh pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Oleh karena itu, Pemkab Kapuas Hulu, Pemprov Kalbar, hingga pemerintah pusat, termasuk juga PLN, harus merespons cepat,” ucap La Nyalla dilansir dari Antara.

Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga aksi protes yang dilakukan warga sangat wajar karena di era modern seperti saat ini masih ada warga yang rumahnya belum mendapat aliran listrik.

La Nyalla menyebutan kejadian golput di Kapuas Hulu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, sekaligus membuktikan bahwa masih banyak yang harus dilakukan pemerintah untuk menunjang kesejahteraan rakyat.

“Kepala daerah terpilih sebaiknya merespons cepat protes warga. Bupati terpilih harus sensitif dan cepat tanggap terhadap harapan warga. Apalagi masalah listrik merupakan hal penting dalam kehidupan,” ucapnya.

Sebelumnya, Camat Empanang Donatus Dudang yang dihubungi Antara di Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (9/12), menyebutkan Dusun Geruguk merupakan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Dari tiga dusun di Desa Kumang Jaya, hanya Dusun Geruguk yang belum dialiri listrik.

Menurutnya, petugas KPPS sudah mempersiapkan pelaksanaan pencoblosan, tetapi tidak ada satu pun warga dusun mendatangi TPS 01.

“Kami bersama Koramil dan Polsek serta penyelenggara pemilu sudah berupaya memberikan pemahaman, tetapi warga tetap memilih golput,” jelas Dudang.

Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir juga mengatakan alasan warga tidak menggunakan hak pilih karena dusun mereka belum dialiri listrik.

“Hal tersebut masih dikoordinasikan dengan KPU, bagaimana langkah selanjutnya. Yang jelas golput itu merugikan kita sendiri,” kata Nasir.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama KPU Kapuas Hulu berkali-kali menyampaikan sosialisasi terkait hak pilih masyarakat. “Memang untuk listrik itu bukan kewenangan pemda. Kita sudah pernah mengusulkan ke pusat. Kita sangat sesalkan satu TPS itu golput,” kata Nasir.