970x250

BNPB Catat 500 Jiwa Mengungsi 9 Kecamatan 33 Kelurahan Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

Banjir di Kota Manado (dok. BNPB)
Banjir di Kota Manado (dok. BNPB)

JAKARTA – Tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara. Tercatat sebanyak sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado jadi daerah terdampak banjir dan tanah longsor.

Baca: Dampak La Nina, BNPB Ingatkan Ancaman Banjir Lahar Dingin Merapi

Diketahui hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu 16 Januari, sore mengakibatkan struktur tanah yang labil. Ketinggian muka air yang tercatat mencapai 50 sampai 300 cm.

“Peristiwa ini menyebabkan lima orang meninggal dunia, satu orang hilang masih dalam pencarian serta 500 jiwa mengungsi yang masih dalam proses pendataan,” kata 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan resminya, Minggu, 17 Januari.

Sejumlah kecamatan terdampak peristiwa ini antara lain Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang. 

“Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan kerugian materil yakni dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang,”

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI/Polri, masyarakat dan relawan. Selain itu, BPBD Kota Manado juga memberikan bantuan makanan siap saji kepada para pengungsi.

Meski, BPBD Kota Manado memantau banjir saat ini telah berangsur surut. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kota Manado dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga ditengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021. Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk. (*)