China Berencana Usir Amerika dari Laut China Selatan

China Berencana Usir Amerika dari Laut China Selatan
Personel Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China ikut serta dalam peragaan militer di Laut China Selatan, 12 April 2018. (Foto: Twitter)
0 Komentar

JAKARTA-Ketika Amerika Serikat bergulat untuk memerangi pandemi COVID-19 di dalam negeri, Partai Komunis China memanfaatkan kekuatan militernya yang sedang tumbuh dengan berupaya mengusir kapal-kapal Angkatan Laut AS dari perairan yang telah diklaim China.

https://twitter.com/aibarra/status/1251922205442748417?s=20

Tindakan China menggarisbawahi perlunya Amerika, bahkan di tengah wabah, untuk terus mengerahkan kekuatan militer yang dapat diandalkan di Indo-Pasifik demi mempertahankan kebebasan navigasi yang menjadi inti kepentingan ekonomi dan keamanan AS.

https://twitter.com/KimJYeop/status/957906452005269504?s=20

Kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan operasi kebebasan navigasi berturut-turut pada akhir April 2020 di Laut China Selatan. Berbagai operasi tersebut terdiri dari kapal-kapal Angkatan Laut AS yang berlayar dengan damai sesuai yang diizinkan hukum internasional. Pelayaran itu dilakukan demi menentang apa yang disebut Armada Ketujuh Angkatan Laut AS sebagai “klaim maritim China yang melanggar hukum dan memiliki cakupan luas”. Kapal perusak USS Barry melakukan operasi semacam itu di dekat Kepulauan Paracel, sementara kapal induk USS Bunker Hill melakukan satu operasi di dekat Kepulauan Spratly.

Baca Juga:Mendekati Bumi, LAPAN Sebut Komet Swan akan Terlihat di IndonesiaBentuk Formasi Segitiga Berdekatan: Bulan, Jupiter dan Saturnus 12 hingga 15 Mei

China mengklaim pihaknya menanggapi kapal perusak USS Barry dengan mengerahkan kapal dan pesawat terbang untuk mengusir kapal-kapal Angkatan Laut AS yang beroperasi di perairan internasional. Jenis serta jumlah pesawat dan kapal China jenis apa pun yang dikerahkan masih belum diketahui, tetapi mereka akan berada di bawah yurisdiksi Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), yang mengawasi Laut China Selatan. Kapal induk USS Bunker Hill pun tak gentar melanjutkan operasinya di dekat Kepulauan Spratly.

Meskipun telah terjadi retorika agresif dari militer China, kapal-kapal Amerika Serikat menyelesaikan transit yang direncanakan tanpa hambatan. Para pejabat pertahanan China lantas mengeluarkan pernyataan yang seperti biasanya tidak dibatasi oleh fakta. Kementerian Pertahanan China menyebut AS sebagai “pemicu keributan” dan “kekuatan terbesar dalam mendorong militerisasi di Laut China Selatan”.

Juru bicara Komando Teater Selatan PLA mengecam Amerika dan mendesaknya untuk “berfokus pada urusannya sendiri dengan pencegahan dan kontrol pandemi, berkontribusi lebih banyak pada perang global melawan COVID-19, dan segera menghentikan operasi militer yang merugikan untuk keamanan, perdamaian, dan stabilitas regional.”

0 Komentar