Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Bantah Informasi Masjidil Haram dan Nabawi Kembali Dibuka

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Bantah Informasi Masjidil Haram dan Nabawi Kembali Dibuka
Pandangan udara menunjukkan Masjidil Haram, yang ditinggalkan pada hari pertama bulan puasa Ramadhan, di kota suci Saudi, Mekah, pada 24 April 2020, selama krisis pandemi virus corona. (Foto: AFP/Bandar Aldandani)
0 Komentar

JAKARTA-Duta Besar Indonesia Untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, membantah informasi yang beredar tentang akan segera dibukanya kembali Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah dalam waktu dekat. 

“Kami belum mendapat informasi tentang rencana dibukanya kembali dua masjid suci di Mekkah dan Madinah,” tegasnya ketika dihubungi VOA ,Jum’at malam (1/5).

Sebelumnya pada hari Selasa (28/4) Kepala Dewan Pengurus Dua Masjid Arab Saudi, Abdul Rahman Al-Sudais, mencuit di Twitter bahwa “pintu-pintu masjid insya Allah akan dibuka kembali.”

https://twitter.com/HHSCUK/status/1255262843169116163?s=20

Baca Juga:Panglima TNI Ungkap Kelemahan Indonesia dalam Perang Melawan CoronaIni Pelaku Bisnis dan Industri yang Terima Listrik Gratis PLN

Pernyataan disertai video dalam bahasa Arab ini dikutip oleh situs Saudi Gazette pada 30 April. 

“Hari-hari (akan datang) ketika kesedihan akan dijauhkan dari umat Islam dan kami kembali ke Dua Masjid Suci untuk Tawaf (berkeliling di sekitar Ka’bah Suci), Sa’i (ritual berlari kecil di antara bukit-bukit Safa dan Marwah) dan berdoa di Al-Rawdah Sharif dan menyapa Nabi (SAW),” kata Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, kepala dewan pengurus itu sebagaimana dikutip situs tersebut. Berita ini pun dilansir banyak media di Indonesia.

“Terjemahan pernyataan itu tidak seperti yang banyak beredar karena sedianya ada kata ‘akan dibuka’ setelah urusan pandemi virus corona selesai, dengan menunggu arahan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud,” papar Agus Maftuh.

Pemerintah Arab Saudi menangguhkan pelaksaan umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah untuk sementara waktu pada 26 Februari lalu. Penangguhan tersebut dilakukan karena khawatir meluasnya perebakan virus corona. 

Belum diperoleh informasi apakah ibadah haji tahun ini akan ditunda atau tidak karena keputusan tentang hal itu baru akan dilakukan pada pertengahan bulan Ramadan atau pada Mei 2020. (*)

0 Komentar