Film Joker Mengancam Keamanan, Polisi AS Tingkatkan Kewaspadaan

Film Joker Mengancam Keamanan, Polisi AS Tingkatkan Kewaspadaan
POSTER FILM JOKER PADA SAAT PEMUTARAN PERDANA DI LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT (AS) PADA 29 SEPTEMBER 2019. FILM JOKER MENJADI KONTROVESI DI AS HINGGA POLISI SETEMPAT MENINGKATKAN KEAMANAN. TWITTER @JOKERMOVIE
0 Komentar

Penonton di AS telah dilarang menggunakan topeng atau konstum di seluruh bioskop jaringan AMC dan Landmark. Sedangkan Alamo Drafthouse Cinema memperingatkan orang tua untuk tidak membawa anak-anak mereka ketika menonton film “Joker“.

The Parents Television Council (PTC), pengawas media di AS, menyatakan peringatan yang sama pada Kamis lalu. ” Orang tua mungkin merasa film ini kurang pantas bagi anak-anak biarpun film ini merupakan kelanjutan dari Batman,” tulis PTC.

Studio film Warner Bros menyatakan pada pekan lalu bahwa film ini tidak mendukung kekerasan. “Itu bukan maksud dari film, pembuat film dan studio menyimpan karakter ini menjadi pahlawan,” ujar Warner Bros dalam keterangan tertulis.

Baca Juga:HUT TNI ke-74, Pamerkan Pesawat Tanpa Awak di Hadapan PresidenGunung Raung Kebakaran, 13 Pendaki Selamat

Di sisi lain, Sutradara “Joker” Todd Phillips mengkritik mereka yang menyerang film tanpa menontonnya. “Saya tidak membayangkan percakapan yang muncul di dunia. Saya rasa tak masalah jika film ini menjadi pembicaraan dan debat. Film ini adalah pernyataan, dan bagus untuk dibicarakan, tapi lebih bagus lagi jika kalian sudah menontonnya,”ujar Todd.

Terlepas dari kontroversinya, film ini diharapkan meraih pendapatan US$ 80 juta atau lebih pada minggu pertama penayangan di Amerika Utara. (*)

0 Komentar